Ekonomi

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dipicu Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah

Harga minyak global mengalami peningkatan pada Selasa (7/7) seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan minyak Brent dan WTI menunjukkan tren penguatan.

E
Eko Prasetyo
08 July 2026 39 pembaca
Dolar menguat tipis seiring kembali memanasnya Selat Hormuz. Sementara rupiah ikut terkerek lantaran laporan cadangan devisi yang menguat. (Foto: dok KabarBursa)
Dolar menguat tipis seiring kembali memanasnya Selat Hormuz. Sementara rupiah ikut terkerek lantaran laporan cadangan devisi yang menguat. (Foto: dok KabarBursa)

Harga minyak dunia ditutup menguat pada Selasa, 7 Juli, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Minyak Brent mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen, mencapai USD72,29 per barel, sementara WTI juga menunjukkan tren positif.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga

Peningkatan harga minyak ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kekhawatiran yang muncul akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pasar terus memantau perkembangan situasi ini, yang dapat mempengaruhi pasokan minyak global.

Perkembangan Lain di Pasar Energi

Sementara itu, harga nikel global masih tertekan karena permintaan untuk kendaraan listrik (EV) yang belum sepenuhnya pulih, ditambah dengan pasokan dari Indonesia yang tetap melimpah. Di sisi lain, harga emas dunia mengalami penurunan pada hari yang sama, setelah kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran mengenai inflasi dan suku bunga yang tinggi akan bertahan lebih lama.

Selain itu, Wall Street juga ditutup melemah pada perdagangan yang sama, dengan penurunan indeks Nasdaq sebesar 1,16 persen akibat aksi jual saham di sektor semikonduktor. Dalam konteks ini, produsen kendaraan listrik dari China semakin agresif dalam memperluas ekspor mereka setelah penjualan domestik mengalami pelambatan.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi di pasar energi dan finansial, investor tetap cermat dalam memantau perkembangan yang ada, terutama yang berkaitan dengan ketegangan geopolitik yang dapat berdampak pada stabilitas harga energi di masa mendatang.

Artikel Terkait