Kesehatan

Kenali Tanda-Tanda Kerusakan Ginjal yang Parah dan Kapan Harus Melakukan Cuci Darah

Ginjal memiliki peran vital dalam tubuh, dan kerusakannya dapat mengakibatkan berbagai gejala serius. Penting untuk mengenali tanda-tanda dan mengetahui kapan cuci darah diperlukan bagi penderita peny...

E
Eira Orelia
13 September 2026 26 pembaca
Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/Sewcream)
Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/Sewcream)

Jakarta - Ginjal berfungsi penting dalam menyaring limbah dan racun dari darah, menjaga keseimbangan cairan, serta mengatur tekanan darah. Penyakit ginjal kronis memiliki lima stadium, di mana stadium 5 merupakan yang paling parah, sering disebut sebagai gagal ginjal. Pada tahap ini, fungsi ginjal telah menurun drastis, bekerja kurang dari 15 persen. Berikut adalah tanda-tanda kerusakan ginjal yang parah.

Tanda-Tanda Kerusakan Ginjal yang Parah

Gejala umum yang muncul pada penyakit ginjal stadium 5 meliputi sakit kepala dan sesak napas. Menurut informasi dari National Kidney Foundation dan Kidney Research UK, beberapa tanda lainnya adalah:

  • Perubahan pada buang air kecil: Frekuensi buang air kecil menjadi berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali, serta kemungkinan adanya darah dalam urine.
  • Perubahan pada kulit: Kulit bisa terasa gatal dan kering akibat penumpukan mineral dalam darah yang disebabkan oleh kerusakan ginjal.
  • Mati rasa atau pembengkakan: Terjadi di area lengan, kaki, pergelangan kaki, atau telapak kaki.
  • Gangguan makan: Hilangnya nafsu makan, mual atau muntah, serta penurunan berat badan.
  • Napas bau: Aroma napas yang mirip amonia atau menyerupai bau urine.
  • Gangguan tidur: Kesulitan tidur dapat terjadi pada pasien gagal ginjal, mempengaruhi hingga 80 persen pasien yang menjalani cuci darah menurut National Institutes of Health (NIH).
  • Rasa tidak nyaman pada otot: Otot bisa terasa pegal atau kram baik siang maupun malam.
  • Kelelahan: Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, limbah akan menumpuk dan kadar sel darah merah bisa menurun, menyebabkan anemia yang membuat tubuh merasa lemah dan lelah.

Kapan Cuci Darah Diperlukan?

Pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium 5 umumnya dianggap sebagai kandidat untuk memulai cuci darah (dialisis) atau dipertimbangkan untuk transplantasi ginjal. Alasan untuk memulai cuci darah bervariasi, namun salah satu yang umum adalah penumpukan cairan yang menyebabkan edema atau akumulasi cairan di paru-paru yang mengganggu pernapasan. Jika kondisi ini tidak dapat diatasi dengan obat-obatan, dialisis mungkin menjadi pilihan yang diperlukan.

Cuci darah juga diperlukan jika terjadi penumpukan cairan di sekitar jantung atau peradangan pada selaput jantung yang dikenal sebagai perikarditis. Penurunan berat badan pada pasien ginjal stadium 5 juga merupakan indikator buruk dan bisa menjadi tanda bahwa dialisis perlu dipertimbangkan.

Tindakan cuci darah berfungsi untuk menghilangkan limbah dan cairan berlebih dari tubuh, menjaga kadar mineral dalam darah, serta membantu mengatur tekanan darah. Namun, prosedur ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan fungsi ginjal, sehingga tidak bisa dianggap sebagai pengobatan untuk penyakit ginjal atau gagal ginjal.

Gaya Hidup Sehat bagi Pengidap Penyakit Ginjal Kronis Stadium 5

Meskipun penyakit ginjal kronis stadium 5 tergolong serius, terdapat beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu melindungi fungsi ginjal yang tersisa, antara lain:

  • Olahraga secara Teratur: Aktivitas fisik sederhana seperti berjalan kaki dapat menjadi awal yang baik. Konsultasi dengan tenaga medis diperlukan untuk memastikan keamanan.
  • tidur yang Cukup: Pastikan mendapatkan waktu tidur yang cukup agar tubuh bisa beristirahat dengan baik.
  • Kelola Stres: Mengurangi stres bisa dilakukan dengan cara bersantai, melakukan teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi, berdoa, atau berbicara dengan orang terdekat.
  • Terapkan Pola Makan Sehat: Batasi konsumsi garam untuk mencegah peningkatan tekanan darah yang dapat membebani ginjal.

Artikel Terkait