Jakarta - Pemanfaatan mikrobioma atau bakteri baik semakin berkembang dalam masyarakat. Probiotik kini tidak hanya ditemukan dalam produk yoghurt untuk kesehatan saluran cerna, tetapi juga telah merambah ke berbagai jenis produk medis, suplemen untuk meningkatkan imunitas, serta perawatan kulit.
Menanggapi fenomena ini, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menekankan bahwa setiap pengembangan dan klaim produk yang berbasis mikrobioma harus didukung oleh bukti ilmiah yang kuat sebelum produk tersebut dipasarkan. Pernyataan ini disampaikan oleh Taruna saat memberikan kuliah umum di Sunway University, Selangor, Malaysia, pada Sabtu (3/10/2026).
Pentingnya Uji Klinis dan Pengujian Laboratorium
"Inovasi produk berbasis mikrobioma harus didukung oleh bukti ilmiah yang kuat, baik melalui uji klinis maupun pengujian laboratorium yang terstandar, demi memastikan keamanan, kemanjuran, dan mutunya bagi masyarakat," tegas Taruna dalam keterangannya.
Isu mikrobioma berkaitan erat dengan keseimbangan ekosistem mikroorganisme dalam tubuh manusia, khususnya di saluran cerna. Ketidakseimbangan mikroba baik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, penurunan imunitas, hingga masalah pada kulit. Namun, dengan semakin populernya produk probiotik, muncul kekhawatiran mengenai klaim kesehatan yang berlebihan yang belum terbukti secara medis.
Regulasi Berbasis Sains untuk Perlindungan Masyarakat
BPOM menekankan pentingnya penguatan regulasi berbasis sains agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh klaim yang tidak memiliki bukti keamanan secara klinis. Selain itu, BPOM juga mendorong peneliti dan pelaku industri farmasi untuk memanfaatkan potensi keanekaragaman mikroorganisme lokal sebagai bahan baku produk kesehatan di masa depan.
Taruna berharap kolaborasi riset antarnegara, termasuk di kawasan ASEAN, dapat mempercepat pengembangan produk terapi berbasis mikrobioma yang aman, berkualitas tinggi, dan terjangkau bagi masyarakat. "Kolaborasi internasional menjadi kunci untuk menjembatani riset akademis dengan kebutuhan industri, sehingga inovasi di bidang mikrobioma benar-benar dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat," tutupnya.