Hiburan

Keseruan di Balik Layar Film Ghosthing: Ketika Perias Jenazah Bertemu Hantu Influencer

Film Ghosthing yang diproduksi oleh Imperial Pictures menggabungkan elemen horor dan komedi, menampilkan kisah unik seorang perias jenazah yang berinteraksi dengan arwah influencer cerewet.

I
Indriani Atmaja
11 October 2026 22 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Baskara Mahendra dan Yasmin Napper membintangi film Ghosting, salah satu film horor komedi Indonesia yang akan tayang pada 15 Oktober 2026. [Instagram]
Baskara Mahendra dan Yasmin Napper membintangi film Ghosting, salah satu film horor komedi Indonesia yang akan tayang pada 15 Oktober 2026. [Instagram]

Film Ghosthing resmi diluncurkan oleh Imperial Pictures di Senayan City, Jakarta, pada hari Jumat, 9 Oktober 2026. Eksekutif Produser, Peter Surya Wijaya, memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan akting Yasamin Jasem yang berperan sebagai arwah influencer yang cerewet. Film ini, yang mengusung genre horor komedi, dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 15 Oktober 2026.

Film ini mengangkat premis menarik tentang seorang perias jenazah yang biasanya hidup dalam kesunyian, tiba-tiba terpaksa berhadapan dengan arwah seorang influencer yang tidak pernah berhenti berbicara. Ghosthing bukan sekadar film horor biasa yang hanya mengandalkan ketakutan, tetapi juga menyajikan elemen komedi yang segar, siap membuat penonton tertawa. Peter mengungkapkan bahwa kombinasi antara ketegangan dan humor inilah yang membuatnya tertarik untuk terlibat dalam proyek ini. "Waktu saya lihat Ghosthing, ceritanya sangat menarik. Sosok arwahnya mampu membawa suasana lucu di tengah situasi horor. Ini menawarkan pengalaman menonton yang berbeda, lebih santai tapi tetap seru," ujarnya saat menghadiri Gala Premiere di Jakarta Selatan.

Chemistry Unik Antara Karakter

Daya tarik utama film ini terletak pada interaksi menarik antara Baskara Mahendra, yang memerankan Alfian, si perias jenazah, dan Yasamin Jasem yang berperan sebagai Maya, arwah influencer yang kematiannya masih menyimpan misteri. Peter memberikan pujian luar biasa kepada Yasamin Jasem, yang berhasil keluar dari zona nyamannya dan menampilkan karakter yang sangat berbeda dari kepribadiannya yang sebenarnya. "Yasamin itu aslinya pendiam, tapi di film ini dia luar biasa cerewet. Ada satu adegan favorit saya, saat arwah Maya masuk ke tubuh Alfian. Itu sangat lucu dan Yasamin membawakannya dengan sangat apik," kenang Peter dengan senyuman.

Ambisi untuk Meningkatkan Profil Film Indonesia

Peter Surya Wijaya tidak hanya terlibat dalam pendanaan, tetapi juga aktif dalam pengembangan cerita, pemilihan aktor, dan penentuan sutradara. Menurutnya, menjaga keseimbangan antara kekuatan naskah dan kesiapan tim sangat penting untuk menarik perhatian penonton dari awal hingga akhir film. Melalui Ghosthing, Peter berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi industri perfilman Indonesia. Ia ingin menunjukkan bahwa film komedi-horor buatan dalam negeri memiliki kualitas yang dapat bersaing di pasar internasional. "Kami sedang belajar dan terus berekspansi. Harapannya, film Indonesia, termasuk karya-karya dari Imperial Pictures, bisa menembus pasar internasional. Mohon doanya," tuturnya dengan penuh harapan.

Selain itu, Peter juga mengungkapkan bahwa Imperial Pictures sedang mengembangkan beberapa proyek baru lintas genre, mulai dari drama hingga horor kreatif, yang akan segera hadir untuk penonton pada tahun depan. Ghosthing siap menghantui dan menghibur bioskop-bioskop di seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Artikel Terkait