🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Nasional

Ketua IDAI Menyatakan Kekhawatiran Terhadap Banner Film "Aku Harus Mati" yang Berisiko bagi Anak-anak

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan keprihatinan atas banner film "Aku Harus Mati", yang dinilai membahayakan kesehatan mental anak-anak.

Dinda Mughni

Penulis

06 April 2026
14 kali dibaca
Ketua IDAI Menyatakan Kekhawatiran Terhadap Banner Film "Aku Harus Mati" yang Berisiko bagi Anak-anak

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Aman Prabuwono, menyatakan rasa prihatin yang mendalam terhadap banner film "Aku Harus Mati" yang baru-baru ini dipasang di berbagai lokasi publik. Menurut Dr. Aman, banner tersebut memiliki potensi untuk memengaruhi kesehatan mental anak-anak, terutama yang masih dalam tahap perkembangan. Ia menekankan bahwa penggambaran tema berat dalam film dan iklannya harus dipertimbangkan dengan seksama agar tidak mengganggu psikologi anak.

Menurut pernyataan Dr. Aman, "Banner seperti ini berisiko besar bagi anak-anak. Mereka mungkin belum siap untuk menerima tema-tema yang berat seperti kematian atau penderitaan. Kita harus melindungi mereka dari informasi yang bisa membingungkan dan merugikan." Penyataan tersebut menunjukkan betapa pentingnya mempertimbangkan dampak media terhadap perkembangan psikologis anak-anak yang masih rentan.

Dalam konteks ini, IDAI mengajak pihak-pihak terkait, termasuk produser film dan lembaga sensor, untuk lebih memperhatikan dampak dari konten yang dipublikasikan kepada publik. Dr. Aman menjelaskan, "Kami tidak melarang film atau karya seni lainnya, tetapi kami meminta agar ada tanggung jawab dalam menyampaikan pesan yang baik, terutama yang ditujukan kepada anak-anak." Pendekatan yang lebih sensitif dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perkembangan mental anak.

Beberapa orang tua yang dihubungi juga berbagi keprihatinan serupa. Salah satunya, Ibu Sari, seorang guru sekolah dasar, menuturkan, "Anak-anak mudah terpengaruh oleh apa yang mereka lihat. Banner seperti itu bisa membuat mereka merasa takut atau bingung tentang kehidupan dan kematian." Komentar ini menyoroti pentingnya kesadaran publik dan tanggung jawab sosial dalam mendistribusikan konten yang dapat diakses oleh anak-anak.

Selain itu, Dr. Aman menegaskan perlunya edukasi bagi orang tua dan anak-anak mengenai dampak media. Ia mengatakan, "Orang tua harus lebih aktif dalam mengawasi dan mendiskusikan konten yang dikonsumsi anak-anak mereka. Pendidikan mengenai bagaimana menyikapi informasi yang berat juga sangat penting." Dengan edukasi yang tepat, diharapkan anak-anak dapat memiliki pandangan yang lebih sehat tentang isu-isu sensitif.

Ke depan, IDAI berencana untuk menyelenggarakan seminar dan workshop bagi orang tua dan pendidik mengenai pentingnya pemilihan konten media yang aman bagi anak-anak. Dr. Aman berharap, "Kami ingin menciptakan kesadaran lebih dalam masyarakat tentang peran media dalam kehidupan anak-anak." Dengan langkah-langkah ini, diharapkan anak-anak dapat terlindungi dari pengaruh yang merugikan serta mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk memahami kompleksitas dunia di sekitar mereka.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id