🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Kim Jong Un Tuduh Amerika Serikat sebagai Negara Teroris Agresor

Kim Jong Un menyerang AS dengan tuduhan sebagai negara teroris agresor, mengacu pada senjata nuklir dan mendukung Iran.

Ananta Prana

Penulis

25 March 2026
6 kali dibaca
Kim Jong Un Tuduh Amerika Serikat sebagai Negara Teroris Agresor

Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, melakukan serangan verbal terhadap Amerika Serikat dengan menuduhnya sebagai negara teroris agresor. Dalam pernyataannya, Kim Jong Un mengacu pada kebijakan AS terkait senjata nuklir dan mendukung Iran dalam konflik yang sedang berlangsung. Tuduhan ini menambah ketegangan antara AS dan Korea Utara, serta menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional.

Menurut Kim Jong Un, AS merupakan negara yang secara terbuka mengancam perdamaian dan keamanan global dengan kebijakan militernya yang agresif. Ia juga menegaskan bahwa Korea Utara akan terus meningkatkan kemampuan militernya untuk menghadapi ancaman tersebut. "Amerika Serikat adalah negara teroris agresor yang menggunakan kekuatan militernya untuk mengancam dan menyerang negara-negara lain," kata Kim Jong Un.

Iran, yang juga menjadi target sanksi AS, mendapatkan dukungan dari Kim Jong Un. Ia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mendukung Iran dalam menghadapi tekanan AS. "Kita harus mendukung Iran dalam perjuangannya melawan agresi AS," tambah Kim Jong Un. Pernyataan ini menunjukkan solidaritas Korea Utara dengan Iran dalam menghadapi tekanan AS.

Perlu diingat bahwa ketegangan antara AS dan Korea Utara telah berlangsung lama, terutama terkait dengan program nuklir Korea Utara. AS telah menerapkan sanksi ekonomi terhadap Korea Utara dan melakukan latihan militer bersama dengan sekutunya di wilayah tersebut. Sementara itu, Korea Utara terus mengembangkan kemampuan militernya, termasuk senjata nuklir, yang dianggap sebagai ancaman oleh AS dan sekutunya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kim Jong Un telah melakukan beberapa pernyataan yang menarik perhatian internasional, termasuk tentang senjata nuklir dan kebijakan luar negeri Korea Utara. Ia telah menegaskan bahwa Korea Utara akan terus mengembangkan kemampuan militernya untuk menghadapi ancaman dari luar. Pernyataan terbarunya tentang AS sebagai negara teroris agresor menambah ketegangan dan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi konflik di wilayah tersebut.

Perkembangan selanjutnya dari situasi ini akan terus dipantau oleh masyarakat internasional. Diharapkan bahwa semua pihak yang terkait dapat menemukan solusi damai untuk mengatasi ketegangan dan mencegah konflik yang lebih besar. Namun, dengan pernyataan Kim Jong Un yang menuduh AS sebagai negara teroris agresor, prospek untuk penyelesaian damai tampaknya semakin sulit.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id