Jakarta - Kehadiran abu vulkanik yang menyebar di udara membuat masyarakat harus lebih berhati-hati. Selain dapat memengaruhi sistem pernapasan, abu tersebut juga berpotensi menyebabkan iritasi pada mata. Hal ini dialami oleh seorang warga bernama Khatrin Suci Saraswati (30) yang tinggal di Tanggamus, Lampung. Ia melaporkan bahwa akibat paparan abu vulkanik, pembuluh darah kecil di matanya pecah.
Postingan Khatrin mengenai kondisi yang dialaminya menjadi viral di media sosial TikTok. Dalam penjelasannya, ia mengungkapkan bahwa keluhan tersebut muncul setelah ia mengucek matanya yang terasa kelilipan. "Saya memang domisili Tanggamus, Lampung. Awalnya dua hari lalu saya kelilipan lalu dikucek. Paginya mata sudah seperti di video," ungkap Khatrin saat dihubungi.
Pemeriksaan ke Dokter
Setelah mengalami masalah pada matanya, Khatrin memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pembuluh darah kecil di matanya pecah, yang diduga terkait dengan paparan abu vulkanik. Penting untuk diingat, jika mata terasa perih atau ada rasa 'kemasukan' abu, sebaiknya tidak menggosoknya. Mengucek mata dapat menyebabkan partikel abu menggores permukaan mata, yang berpotensi menimbulkan abrasi atau luka pada kornea.
Jika mata terpapar abu vulkanik, segera bilas dengan air bersih yang mengalir dan hindari mengucek mata selama proses pembersihan. Masyarakat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata jika mengalami gejala seperti mata tetap merah, sakit, sangat sensitif terhadap cahaya, atau ada perubahan pada penglihatan. "Empat hari ke depan, jika tidak membaik harus pemeriksaan lebih lanjut," tambah Khatrin.
Kondisi Terkini dan Pesan untuk Masyarakat
Khatrin melanjutkan bahwa saat ini warna merah di matanya mulai berkurang, meski bagian yang terkena terlihat menyebar. Ia tidak merasakan sakit yang berarti dalam keadaan normal, tetapi merasakan perih ketika menggunakan obat tetes mata. "Hari kedua sudah agak pudar merahnya, tapi masih menyebar. Untuk yang tanya rasanya gimana, sakit kah, perih kah? Jujur ini kalau biasa saja, kaya ada mengganjal di mata," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada benturan atau tekanan pada matanya. "Ini beneran nggak ada terbentur, tertekan. Ini benar-benar karena abu vulkanik karena dua hari yang lalu malam-malam itu aku kelilipan dan aku kucek. Memang salahnya tuh di situ," tegasnya.
Melalui pengalaman ini, Khatrin mengingatkan masyarakat agar tidak mengucek mata ketika mengalami kelilipan, terutama saat kondisi udara dipenuhi abu vulkanik. "Jadi tolong banget untuk yang kelilipan jangan dikucek ya teman-teman semua," pesannya. Ia juga menyarankan agar masyarakat menggunakan perlindungan tambahan saat beraktivitas di luar rumah, seperti masker, kacamata, dan topi untuk mengurangi risiko terkena debu vulkanik.