Kesehatan

Kolaborasi Brawijaya Hospital dengan BRI Life dan Manulife untuk Memperkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan

Brawijaya Hospital menjalin kerja sama dengan BRI Life dan Manulife Indonesia melalui penandatanganan perjanjian guna memperkuat ekosistem asuransi kesehatan di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan da...

A
Ananta Prana
07 October 2026 26 pembaca
Foto: Getty Images/iStockphoto/courtneyk
Foto: Getty Images/iStockphoto/courtneyk

Jakarta - Brawijaya Hospital mengumumkan kerjasama dengan BRI Life dan Manulife Indonesia melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pembiayaan dan layanan kesehatan dalam rangka Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ). Penandatanganan tersebut berlangsung dalam acara Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan dan Otoritas Jasa Keuangan di Novotel Bogor pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Kerja sama ini muncul di tengah upaya pemerintah untuk mendorong perusahaan asuransi dan fasilitas pelayanan kesehatan agar lebih terkoordinasi. Kementerian Kesehatan bersama OJK berupaya agar implementasi KAPJ dapat meningkatkan efisiensi, integrasi, dan keberlanjutan dalam pembiayaan layanan kesehatan.

Peran Strategis Brawijaya Hospital

Dengan skema ini, Brawijaya Hospital berperan penting dalam menjembatani kebutuhan antara rumah sakit dan perusahaan asuransi untuk memberikan layanan kesehatan kepada peserta atau pemegang polis. Keterlibatan BRI Life dan Manulife Indonesia dalam kerja sama ini menunjukkan pentingnya peran rumah sakit dalam mendukung kebijakan penguatan ekosistem asuransi kesehatan nasional.

drg. Hestiningsih, Chief Commercial Officer Brawijaya Hospital Group, menegaskan dukungannya terhadap program KAPJ yang didorong pemerintah. Ia menyatakan, "Kami dari RS Brawijaya Group mendukung program KAPJ tersebut dan saat ini kerja sama PKS KAPJ yang sudah ditandatangani dengan asuransi BRI Life dan Manulife ke depannya akan bekerja sama dengan seluruh perusahaan asuransi yang menyelenggarakan program KAPJ tersebut."

Membangun Industri Kesehatan yang Solid

Sementara itu, Kicky Andrie Davetra, Senior Vice President PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, menyatakan bahwa penguatan kerja sama antara BRI Life dan Brawijaya Hospital merupakan langkah penting dalam membangun industri kesehatan yang lebih solid. "Agenda hari ini yang ditekankan sama BRI Life, yang jelas hari ini di tengah rapat koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan ada satu inisiatif yang memang menjadi bagian dari program pemerintah juga untuk membangun industri kesehatan yang lebih solid, yang lebih kokoh," ujarnya.

Kicky menjelaskan bahwa KAPJ merupakan salah satu cara untuk memperkuat hubungan antara perusahaan asuransi, rumah sakit, BPJS Kesehatan, dan pemerintah. Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dalam bentuk layanan kesehatan yang lebih efisien. "Dengan adanya penandatanganan hari ini tentunya harapannya bahwa masyarakat ke depan akan mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan efisien," tambahnya.

Dia juga menyebutkan bahwa Brawijaya Hospital memiliki hubungan baik dengan BRI Group, yang merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan sinergi dalam memberikan layanan kesehatan kepada nasabah.

Pengembangan Layanan Kesehatan yang Lebih Luas

Kicky menilai bahwa kerja sama ini memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh, tidak hanya dalam hal pengobatan tetapi juga layanan kesehatan preventif. "Ya tentunya banyak hal yang sebenarnya saya pikir layanan-layanan khusus yang mungkin juga kita bisa tingkatkan, termasuk juga mungkin ada beberapa program-program pengecekan kesehatan yang rutin," ungkapnya.

Dia juga melihat peluang untuk sinergi lebih lanjut seiring dengan rencana pengembangan fasilitas Brawijaya Hospital. "Tentunya kami sebagai BRI Group juga bukan hanya men-support dari sisi asuransinya, tapi juga mungkin bisa ke arah pembiayaan dan lain sebagainya," tuturnya.

Selain itu, Brawijaya Hospital juga memperkuat kerja sama dengan Manulife Indonesia melalui PKS, yang menunjukkan komitmen dalam mengembangkan ekosistem layanan berbasis asuransi. Kerja sama ini penting untuk mendorong koordinasi yang lebih terstruktur antara perusahaan asuransi dan rumah sakit.

OJK menyatakan bahwa implementasi KAPJ diarahkan untuk mendorong standardisasi sistem, mempercepat proses administrasi, dan mengoptimalkan manfaat jaminan kesehatan bagi peserta. Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama ini sebagai bagian dari transformasi sistem pembiayaan kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa transformasi pembiayaan kesehatan harus memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dengan biaya yang lebih efisien, sambil menjaga keberlanjutan ekosistem pembiayaan. "Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperlancar akses peserta terhadap layanan kesehatan, meningkatkan efisiensi proses pelayanan dan pembiayaan, serta memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat," tutupnya.

Artikel Terkait