Komisi Nasional Hak Asasi Manusia: Polisi Akui Penyiram Air Keras terhadap Aktivis KontraS Sama dengan Versi TNI
Komnas HAM mendapatkan pengakuan dari Polda Metro tentang penyiram air keras terhadap aktivis KontraS yang sama dengan versi TNI.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah melakukan penyelidikan terhadap insiden penyiram air keras terhadap aktivis KontraS. Hasil penyelidikan tersebut menunjukkan bahwa Polisi Daerah Metropolitan (Polda Metro) telah mengakui bahwa penyiram air keras yang dilakukan terhadap aktivis KontraS sama dengan versi yang dibeberkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Insiden tersebut terjadi beberapa waktu lalu, ketika aktivis KontraS melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Polda Metro. Dalam aksi tersebut, beberapa aktivis dilaporkan terkena penyiram air keras yang dilakukan oleh aparat keamanan. Komnas HAM kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden tersebut.
Menurut hasil penyelidikan Komnas HAM, Polda Metro telah mengakui bahwa penyiram air keras yang dilakukan terhadap aktivis KontraS sama dengan versi yang dibeberkan oleh TNI. "Kami telah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk dari pihak kepolisian dan TNI. Hasilnya menunjukkan bahwa penyiram air keras yang dilakukan terhadap aktivis KontraS sama dengan versi yang dibeberkan oleh TNI," kata Ketua Komnas HAM.
aktivis KontraS yang terlibat dalam insiden tersebut mengaku sangat kecewa dengan tindakan aparat keamanan. "Kami hanya melakukan aksi demonstrasi yang damai, namun aparat keamanan malah melakukan tindakan yang tidak proporsional. Kami berharap agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan," kata salah satu aktivis KontraS.
Insiden penyiram air keras terhadap aktivis KontraS ini telah menimbulkan reaksi dari beberapa pihak, termasuk dari organisasi hak asasi manusia. "Kami sangat kecewa dengan tindakan aparat keamanan yang tidak proporsional. Kami berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa hak asasi manusia terlindungi," kata Direktur Eksekutif salah satu organisasi hak asasi manusia.
Komnas HAM berencana untuk terus melakukan penyelidikan dan memantau perkembangan insiden ini. "Kami akan terus melakukan penyelidikan dan memantau perkembangan insiden ini. Kami berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa hak asasi manusia terlindungi," kata Ketua Komnas HAM.