PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah resmi membuka kompetisi BTN Housingpreneur untuk tahun ketiga. Dalam edisi kali ini, program ini menargetkan 1.500 ide inovasi dari mahasiswa, masyarakat umum, pengusaha, dan pengembang yang bertujuan untuk menghadirkan solusi di sektor perumahan. Kick-off acara pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 berlangsung di Universitas Indonesia (UI), Depok, pada hari Senin, 28 September.
Tema yang diusung tahun ini adalah “Elevate Beyond Your Limit” dengan tiga fokus utama, yaitu Sustainability, Technology, dan Access. Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menjelaskan bahwa BTN Housingpreneur memberikan kesempatan bagi generasi muda dan pelaku usaha untuk berkontribusi dalam menciptakan solusi perumahan dari perspektif yang lebih luas.
Menjawab Tantangan Sektor Perumahan
Rully menekankan bahwa BTN tidak hadir untuk mengklaim memiliki semua solusi, tetapi lebih kepada mengajak generasi muda untuk berpikir kritis tentang solusi yang mereka miliki. “BTN Housingpreneur tidak hanya mencari entrepreneur yang sudah memiliki usaha, tetapi juga calon entrepreneur dan inovator yang mungkin hari ini baru mempunyai ide atau konsep,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa sektor perumahan memiliki cakupan yang sangat luas, termasuk desain, arsitektur, konstruksi, material, teknologi, keberlanjutan, pembiayaan, dan berbagai layanan pendukung. Hal ini sejalan dengan transformasi BTN menuju konsep Beyond Mortgage dan memperkuat perannya dalam ekosistem perumahan nasional.
“Tantangannya bukan sekadar membangun lebih banyak rumah, tetapi menghadirkan hunian yang lebih terjangkau, berkualitas, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peserta perlu memulai bukan hanya dari pertanyaan ‘saya ingin membuat apa’, melainkan ‘masalah apa yang ingin saya selesaikan’,” jelas Rully.
Kategori Peserta dan Pendampingan
BTN Housingpreneur Batch 3 membagi peserta menjadi dua kategori utama, yaitu Business Ideation dan Established Business. Kategori Business Ideation ditujukan untuk mahasiswa dan masyarakat umum, sedangkan Established Business ditujukan untuk pengusaha dan pengembang.
Peserta dalam kategori Business Ideation dapat mengembangkan ide melalui subkategori seperti Rumah Nusantara, Housing Design, dan Housing Innovation. Sementara itu, kategori Established Business mencakup Rumah Nusantara, Housing Ecosystem, Housing Tech, Housing Design, Affordable Housing, dan Commercial Housing.
Rully menjelaskan bahwa program ini dirancang agar ide-ide yang dikirimkan tidak hanya berhenti sebagai gagasan dalam kompetisi. Peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan model bisnis dan kemampuan presentasi. Setelah proses pendampingan, mereka akan dipertemukan dengan unit bisnis BTN, pengembang, nasabah, dan mitra melalui proses business matching.
“Ini bukan hanya kompetisi ide. Ide yang terpilih akan mendapatkan coaching dan mentoring, kemudian dapat dipertemukan dengan kebutuhan bisnis yang ada. BTN juga dapat memberikan solusi pembiayaan agar inovasi tersebut berkembang menjadi usaha dan hadir di pasar,” tambah Rully.
Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga sekaligus Sekretaris Universitas Indonesia, menyambut baik penyelenggaraan BTN Housingpreneur Batch 3. Dia menyatakan bahwa program ini sejalan dengan visi UI sebagai universitas yang mendukung kewirausahaan, dengan harapan dapat menghasilkan solusi bagi masyarakat.
“UI menyambut gembira dan mengapresiasi BTN atas penyelenggaraan BTN Housingpreneur Batch 3. Persoalan perumahan merupakan isu penting yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin. Melalui program ini, kami berharap ide dan inovasi generasi muda dapat dikembangkan untuk membantu memecahkan persoalan nyata di masyarakat,” ungkap Budi.
Wakil Ketua Umum 2 Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ar. Firman S. Herwanto, juga menyatakan bahwa BTN Housingpreneur dapat menjadi platform untuk mendorong gagasan desain menuju tahap implementasi dan model bisnis yang berkelanjutan. Dia menekankan pentingnya inovasi perumahan yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan aspek keberlanjutan.
“Kami berharap semakin banyak praktisi muda yang berbagi gagasan segar, tidak hanya berfokus pada visual, tetapi juga menghadirkan program yang tepat sasaran dan tepat guna bagi masyarakat yang membutuhkan perumahan,” ungkap Firman.
Pembukaan BTN Housingpreneur Batch 3 di UI juga dimeriahkan dengan gelar wicara bertema “Rumah Ala Gen Z: Dari Sudut Healing sampai Peluang Cuan”. Rangkaian kegiatan berikutnya akan dilanjutkan dengan roadshow ke beberapa perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Bandung, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Diponegoro Semarang, dan Universitas Udayana Bali.
Pendaftaran untuk BTN Housingpreneur Batch 3 dibuka dari 28 September hingga 30 November 2026 tanpa biaya pendaftaran. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan, kategori, dan mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi BTN Housingpreneur.