Ekonomi

Kondisi Pasar Saham Melemah, Penjualan Bersih Asing Capai Rp74,42 Triliun di 2026

Pasar saham Indonesia mengalami penurunan selama pekan terakhir, dengan penjualan bersih oleh investor asing mencapai Rp74,42 triliun sepanjang tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatk...

J
Jaya Abdi
04 July 2026 58 pembaca
Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)
Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa perdagangan saham pada pekan ini, yang berlangsung dari 29 Juni hingga 3 Juli 2026, berakhir dengan hasil yang kurang menggembirakan. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,35 persen, sehingga ditutup pada level 5.875,780, turun dari 5.896,134 pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan, tercatat menyusut sebesar 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun, berkurang dari Rp10.302 triliun pada penutupan pekan lalu. Kautsar juga mengungkapkan bahwa rata-rata frekuensi transaksi harian bursa selama sepekan ini turun sebesar 16,71 persen, dari 1,73 juta kali transaksi menjadi 1,44 juta kali transaksi.

Pergerakan Transaksi dan Nilai

Rata-rata volume transaksi harian Bursa juga mengalami penurunan, ditutup pada angka 17,54 miliar lembar, yang menunjukkan penurunan sebesar 30,35 persen dibandingkan dengan 25,18 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Kautsar menambahkan bahwa rata-rata nilai transaksi harian Bursa mengalami perubahan signifikan, turun sebesar 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun, dari Rp17,58 triliun pada pekan lalu.

Pada hari terakhir perdagangan pekan ini, yaitu Jumat, 3 Juli 2026, investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp6,08 miliar. Namun, sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih yang cukup besar, mencapai Rp74,42 triliun.

Indeks Sektoral dan Perkembangan Terakhir

Pada perdagangan terakhir pekan ini, IHSG ditutup menguat sebesar 2,28 persen atau naik 131 poin ke level 5.875. Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga ditutup di zona hijau. Data dari Stockbit menunjukkan bahwa sektor Industrial memimpin penguatan dengan kenaikan 3,61 persen, diikuti oleh sektor Basic Industry yang melonjak 3,24 persen, serta sektor Infrastructure yang menguat 2,24 persen.

Sektor lainnya juga mencatatkan kenaikan, antara lain properti yang meningkat 1,94 persen, teknologi 1,76 persen, transportasi 1,65 persen, energi 1,56 persen, non-Cyclical 1,49 persen, keuangan 1,37 persen, dan kesehatan yang menguat 1,01 persen. Sektor Cyclical mencatatkan kenaikan paling kecil, yaitu 0,83 persen, namun tetap berada di wilayah positif.

Artikel Terkait