Dua saham yang dimiliki oleh Andi Syamsuddin Arsyad, yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, yaitu PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), mengalami penurunan yang cukup tajam dalam perdagangan pagi ini. Penurunan ini terjadi setelah JARR mengumumkan bahwa mereka telah menggadaikan saham pengendali kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Pada perdagangan saham intraday yang berlangsung pada Kamis (8/10), saham JARR sempat merosot hingga 12,24% dan mencapai level Rp 3.010 pada pukul 09.42 WIB. Selain itu, saham PGUN juga mengalami penurunan sebesar 2,45%, dengan harga mencapai Rp 8.950 pada pukul 09.48 WIB.
Pengumuman Penggadaian Saham
JARR sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka menggadaikan saham pengendali, yaitu PT Eshan Agro Sentosa, kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada Rabu (30/9) minggu lalu. Informasi mengenai langkah korporasi ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/10) kemarin.
Dalam dokumen yang dirilis, disebutkan bahwa PT Eshan Agro Sentosa telah menggadaikan 7.997.556.204 lembar saham, yang merupakan 100% dari total saham yang dimiliki oleh Eshan. "Penandatanganan akta gadai saham milik PT Eshan Agro Sentosa, yang merupakan pengendali dari perseroan dalam rangka bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas Kredit yang diperoleh perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk," jelas Direktur Utama JARR, Indra Irawan, dalam dokumen tersebut.
Aksi Korporasi Haji Isam
Di samping itu, Haji Isam juga melakukan reposisi saham pengendali PGUN, termasuk PT Baramega Citra Mulia Persada, PT Citra Agro Raya, dan PT Araya Agro Lestari. Langkah ini sejalan dengan strategi Haji Isam yang tengah mengakuisisi emiten tambang batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong, yaitu PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Saham BYAN terlihat melakukan transaksi besar di pasar negosiasi pada Rabu kemarin, dengan total transaksi mencapai sekitar 10,08 miliar saham atau senilai Rp 26,1 triliun, dengan harga Rp 2.588 per saham. Transaksi ini terjadi dalam tiga tahap.
Menurut data dari RTI Business, transaksi besar tersebut terjadi pada pukul 09.31 WIB dengan sekitar 166,6 ribu lot senilai Rp 43,1 miliar. Kemudian, pada pukul 09.38 WIB, terjadi crossing lagi dengan sekitar 50 juta lot senilai Rp 12,94 triliun. Selanjutnya, pada pukul 09.39 WIB, ada transaksi sebanyak 50,67 juta lot senilai Rp 13,11 triliun.
Melalui PT Jhonlin Baratama, jumlah saham BYAN yang akan diakuisisi oleh Haji Isam bertambah menjadi 10,08 miliar saham. Manajemen Bayan Resources menyatakan bahwa jumlah saham biasa perusahaan yang akan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama bertambah menjadi 10.084.088.370 saham dari sebelumnya 10.000.000.500 saham, yang merupakan sekitar 30% dari total saham yang ada.