Politik

Kontroversi Buku Islam yang Mengangkat Nama Prabowo Subianto

Sejumlah penulis mengklaim tidak memberikan izin untuk nama dan karya mereka dimuat dalam buku yang membahas kepemimpinan Prabowo Subianto. Buku ini diterbitkan pada 14 Juli 2025 dan mengaitkan nilai-...

E
Eko Prasetyo
10 September 2026 34 pembaca
tempo.co Sumber: tempo.co
Presiden Prabowo Subianto setelah membuka secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 27 Agustus 2026. ANTARA/Syaiful Arif
Presiden Prabowo Subianto setelah membuka secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 27 Agustus 2026. ANTARA/Syaiful Arif

Sebuah buku berjudul "Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam" yang diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House pada 14 Juli 2025, kini menuai kontroversi. Buku setebal 368 halaman ini mengulas kepemimpinan Prabowo Subianto dengan mengaitkan nilai-nilai Islam di dalamnya.

Di dalam buku tersebut, terdapat berbagai tulisan dan pandangan dari sejumlah tokoh agama serta akademikus yang memberikan perspektif mengenai karakter dan kepemimpinan Prabowo. Namun, beberapa penulis yang kontribusinya dimuat dalam buku ini mengklaim bahwa mereka tidak pernah memberikan izin untuk nama dan tulisan mereka digunakan.

Reaksi Terhadap Kontroversi

Kontroversi ini memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat dan kalangan akademis. Banyak yang mempertanyakan etika penerbitan dan penggunaan nama penulis tanpa izin. Hal ini juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penerbitan karya-karya yang mengangkat nama tokoh publik.

Implikasi bagi Prabowo dan Penerbit

Situasi ini dapat berimplikasi pada reputasi Prabowo Subianto sebagai seorang pemimpin yang mengusung nilai-nilai Islam. Di sisi lain, penerbit juga harus mempertanggungjawabkan keputusan untuk menerbitkan buku ini tanpa izin dari penulis yang bersangkutan. Dengan adanya kontroversi ini, diharapkan ada langkah-langkah perbaikan dalam proses penerbitan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait