Nasional

Kritik Menghujani Menlu Selandia Baru Setelah Seruan kepada Politisi Keturunan China

Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, menghadapi banyak kritik setelah meminta anggota parlemen keturunan China, Lawrence Xu-Nan, untuk pulang ke negara asalnya. Pernyataan tersebut terja...

A
Ananta Prana
31 July 2026 22 pembaca
Menlu Selandia Baru Tuai Kritik usai Minta Politisi Keturunan China Pulang
Menlu Selandia Baru Tuai Kritik usai Minta Politisi Keturunan China Pulang

Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, mendapatkan sorotan tajam setelah menyuruh anggota parlemen keturunan China, Lawrence Xu-Nan, untuk kembali ke negaranya. Permintaan tersebut disampaikan dalam sidang parlemen pada Rabu, 29 Juli 2026, yang awalnya membahas penanganan pandemi COVID-19, namun kemudian berkembang menjadi isu etika politik dan diskriminasi, serta dampaknya terhadap hubungan diplomatik antara Selandia Baru dan China.

Awal Perdebatan

Insiden ini dimulai ketika Lawrence Xu-Nan, yang merupakan anggota parlemen dari Partai Hijau, mengajukan pertanyaan terkait kebijakan vaksinasi COVID-19 yang diusung oleh pimpinan Partai NZ First. Menanggapi pertanyaan tersebut, Winston Peters mengarahkan komentar yang kontroversial dengan meminta Xu-Nan untuk kembali ke negara asalnya. Peters juga menekankan bahwa sistem demokrasi di Selandia Baru berbeda dengan yang ada di China, dengan mengatakan, "Saya tahu Anda baru tiba di sini lima menit yang lalu. Kembalilah ke negara Anda sendiri."

Reaksi dan Tanggapan

Lawrence Xu-Nan, yang lahir di Tianjin dan dibesarkan di Auckland, menganggap pernyataan itu tidak pantas dan berusaha mengalihkan perhatian dari agenda utama sidang. Duta Besar China untuk Selandia Baru, Wang Xiaolong, juga memberikan tanggapan melalui media sosial. Meskipun tidak ingin mencampuri urusan dalam negeri Selandia Baru, ia menyindir pernyataan Peters dengan mengatakan, "Sebuah pernyataan sering kali lebih banyak menunjukkan kepribadian orang yang mengucapkannya daripada hal lainnya."

Peters kemudian merespons bahwa reaksi dari diplomat China justru menunjukkan adanya kebebasan berpendapat di Selandia Baru dan meyakini bahwa ucapannya tidak akan merusak hubungan diplomatik antara kedua negara. Di sisi lain, Wakil Pemimpin NZ First, Shane Jones, membela tindakan Peters dan menyatakan bahwa para imigran harus menghormati aturan serta budaya politik yang ada.

Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, menilai komentar Peters sebagai tidak tepat dan menganggapnya sebagai upaya untuk menarik perhatian yang tidak perlu. Kritik juga datang dari Wakil Pemimpin Partai Buruh, Carmel Sepuloni, yang menyebut ucapan Peters bernuansa rasis dan tidak pantas untuk diucapkan oleh seorang pejabat negara. "Komentar itu sangat rasis dan menyinggung. Anda tidak boleh menyampaikan pernyataan seperti itu sebagai seorang menteri luar negeri," ungkap Carmel Sepuloni.

Menanggapi situasi yang memanas ini, Ketua DPR Selandia Baru, Gerry Brownlee, mengingatkan semua anggota parlemen untuk menjaga etika dalam berdebat dan menghindari serangan pribadi selama sidang berlangsung.

Artikel Terkait