🔴 Breaking
BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Informasi Terbaru Harga BBM Pertamina Per 11 April 2026: Dari Pertalite hingga Pertamax Ereksi di Luar Angkasa: Tantangan Baru bagi Astronaut Pria Profil Liliek Prisbawono Adi: Hakim Baru di Mahkamah Konstitusi yang Menggantikan Anwar Usman Hubungan Intim Pasca Pernikahan: Norma atau Masalah yang Perlu Diperhatikan? Besaran dan Kategori Penerima Bansos pada April 2026 BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Informasi Terbaru Harga BBM Pertamina Per 11 April 2026: Dari Pertalite hingga Pertamax Ereksi di Luar Angkasa: Tantangan Baru bagi Astronaut Pria Profil Liliek Prisbawono Adi: Hakim Baru di Mahkamah Konstitusi yang Menggantikan Anwar Usman Hubungan Intim Pasca Pernikahan: Norma atau Masalah yang Perlu Diperhatikan? Besaran dan Kategori Penerima Bansos pada April 2026
Pendidikan

Larangan Ponsel di Sekolah: Upaya Polandia untuk Mengurangi Ketergantungan Anak

Polandia melarang anak di bawah 16 tahun membawa ponsel ke sekolah untuk mengurangi ketergantungan.

Agus Wigati

Penulis

19 March 2026
30 kali dibaca
Larangan Ponsel di Sekolah: Upaya Polandia untuk Mengurangi Ketergantungan Anak

Di Polandia, pemerintah telah mengumumkan rencana untuk melarang anak-anak di bawah 16 tahun membawa ponsel ke sekolah. Keputusan ini diambil dalam upaya untuk mengurangi ketergantungan anak-anak pada teknologi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Rencana ini telah mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk para guru dan orang tua. Mereka percaya bahwa dengan melarang ponsel di sekolah, anak-anak dapat lebih fokus pada pembelajaran dan mengurangi gangguan yang dapat mengganggu proses belajar. "Kami ingin anak-anak kita dapat belajar dengan lebih baik dan tidak terganggu oleh ponsel," kata seorang guru.

Menurut data, anak-anak di Polandia menghabiskan waktu rata-rata 4 jam sehari untuk menggunakan ponsel, yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik mereka. Dengan melarang ponsel di sekolah, pemerintah berharap dapat mengurangi waktu yang dihabiskan anak-anak pada ponsel dan meningkatkan aktivitas fisik dan sosial mereka.

Rencana ini juga didukung oleh beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak menggunakan ponsel di sekolah memiliki kemampuan konsentrasi yang lebih baik dan prestasi akademik yang lebih tinggi. "Kami telah melakukan penelitian dan menemukan bahwa anak-anak yang tidak menggunakan ponsel di sekolah memiliki kemampuan konsentrasi yang lebih baik dan prestasi akademik yang lebih tinggi," kata seorang peneliti.

Namun, rencana ini juga mendapat kritik dari beberapa pihak. Beberapa orang tua khawatir bahwa larangan ponsel di sekolah dapat mempengaruhi kemampuan anak-anak untuk menggunakan teknologi dan mengakses informasi. "Kami khawatir bahwa larangan ponsel di sekolah dapat mempengaruhi kemampuan anak-anak untuk menggunakan teknologi dan mengakses informasi," kata seorang orang tua.

Meskipun demikian, pemerintah Polandia percaya bahwa rencana ini dapat membantu mengurangi ketergantungan anak-anak pada teknologi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. "Kami percaya bahwa rencana ini dapat membantu mengurangi ketergantungan anak-anak pada teknologi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah," kata seorang pejabat pemerintah.

Rencana ini diharapkan dapat diterapkan pada awal tahun ajaran baru dan akan diawasi oleh pemerintah untuk memastikan bahwa rencana ini dapat berjalan efektif. Dengan demikian, Polandia dapat menjadi contoh bagi negara lain untuk mengurangi ketergantungan anak-anak pada teknologi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Artikel Terkait

Sumber: www.kompas.com