🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Larangan Salat Idul Fitri di Masjid Al Aqsa: Tensi Meningkat di Timur Tengah

Israel melarang umat Islam salat Idul Fitri di Masjid Al Aqsa, memicu ketegangan di Timur Tengah.

Ananta Prana

Penulis

20 March 2026
11 kali dibaca
Larangan Salat Idul Fitri di Masjid Al Aqsa: Tensi Meningkat di Timur Tengah

Perayaan Idul Fitri tahun ini dihadapi dengan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, terutama setelah Israel mengeluarkan larangan bagi umat Islam untuk melakukan salat Idul Fitri di Masjid Al Aqsa, salah satu situs suci Islam di Yerusalem. Keputusan ini memicu kemarahan dan kekecewaan di kalangan umat Islam, tidak hanya di Palestina tetapi juga di seluruh dunia.

Menurut laporan, pemerintah Israel mengeluarkan larangan ini dengan alasan keamanan, menyatakan bahwa situasi di Yerusalem masih sangat tidak stabil setelah serangkaian insiden kekerasan yang terjadi baru-baru ini. Namun, bagi umat Islam, Masjid Al Aqsa bukan hanya sebuah situs keagamaan, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan, sehingga larangan ini dianggap sebagai serangan langsung terhadap hak-hak keagamaan mereka.

"Ini adalah serangan terhadap hak asasi kita sebagai umat Islam untuk beribadah di tempat suci kita sendiri," kata salah satu pejabat Palestina, yang tidak ingin disebutkan namanya. "Kami tidak akan diam dan akan terus memperjuangkan hak kami untuk beribadah dengan damai dan bebas dari tekanan atau ancaman apa pun."

Reaksi keras juga datang dari komunitas internasional, dengan banyak negara dan organisasi Islam mengecam larangan ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan kebebasan beragama. "Larangan ini tidak hanya melanggar hak asasi umat Islam Palestina, tetapi juga memperburuk situasi keamanan di wilayah yang sudah sangat rapuh," kata seorang juru bicara PBB.

Di tengah-tengah ketegangan ini, masyarakat Palestina dan umat Islam di seluruh dunia terus berjuang untuk memperoleh hak mereka beribadah di Masjid Al Aqsa dan situs-situs suci lainnya tanpa rasa takut atau tekanan. Perjuangan ini bukan hanya tentang agama, tetapi juga tentang identitas, keadilan, dan hak asasi manusia yang paling mendasar.

Sementara itu, Israel tetap pada pendiriannya, menyatakan bahwa keamanan nasional dan stabilitas wilayah adalah prioritas utama. Namun, bagi umat Islam dan banyak pihak internasional, larangan salat Idul Fitri di Masjid Al Aqsa adalah langkah yang salah arah dan hanya akan memperburuk konflik yang sudah berlangsung lama di Timur Tengah.

Ketegangan ini dikhawatirkan akan berlanjut dan meningkat, terutama jika tidak ada upaya serius dari semua pihak untuk menyelesaikan konflik ini dengan damai dan adil. Perayaan Idul Fitri yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan dan kebersamaan bagi umat Islam di seluruh dunia, kini telah menjadi simbol perlawanan dan perjuangan hak asasi manusia di tengah-tengah konflik yang berkepanjangan.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id