Ekonomi

Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Mendorong UMKM Menuju Kesuksesan

Holding Ultra Mikro (UMi) telah beroperasi selama lima tahun, berhasil memperluas akses keuangan bagi jutaan pelaku usaha mikro di Indonesia. Dengan integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMi menciptakan...

I
Indriani Atmaja
14 September 2026 32 pembaca
Tim Publikasi Katadata
Tim Publikasi Katadata

Sejak didirikan pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) telah berkembang menjadi salah satu ekosistem pemberdayaan ekonomi terbesar di Indonesia. Holding ini mengintegrasikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperluas akses pembiayaan dan membangun ekosistem keuangan yang lebih terintegrasi.

Pembentukan Holding UMi dilatarbelakangi oleh tantangan dalam menjangkau segmen usaha ultra mikro yang belum mendapatkan layanan keuangan formal secara optimal. Melalui kolaborasi antara BRI, Pegadaian, dan PNM, jangkauan layanan terus diperluas, memberikan masyarakat akses tidak hanya terhadap modal, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan ketahanan ekonomi keluarga. Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Sinergi untuk Meningkatkan Kelas Usaha

Sinergi antara ketiga entitas ini telah membantu sekitar 2,3 juta debitur untuk naik kelas, menunjukkan transisi nasabah dari segmen yang lebih kecil ke akses layanan dan pembiayaan yang lebih luas. Group CEO BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa perjalanan lima tahun Holding UMi menunjukkan bagaimana integrasi berbagai kekuatan dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar. “Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas,” ujarnya.

BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM yang luas, Pegadaian menguasai pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM unggul dalam pemberdayaan dan pendampingan usaha ultra mikro. Integrasi ini memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan sesuai dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan ekonomi mereka. Pelaku usaha yang baru memulai dapat menerima pendampingan dan pembiayaan ultra mikro, kemudian berkembang untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih besar.

Infrastruktur yang Mendukung Pertumbuhan

Untuk memperkuat integrasi, Holding UMi telah membangun jaringan kantor yang luas. Hingga triwulan II 2026, terdapat lebih dari 15.100 kantor BRI, Pegadaian, dan PNM, yang memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai kebutuhan keuangan. Holding UMi juga memiliki lebih dari 74 ribu tenaga pemasar yang berperan penting dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat komunitas.

Kehadiran Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan AO PNM tidak hanya memperluas akses terhadap pembiayaan, tetapi juga membangun kedekatan dengan nasabah, memahami kebutuhan mereka, memberikan edukasi keuangan, serta mendampingi pelaku usaha dalam mengembangkan kapasitas usahanya. Keberhasilan Holding UMi tidak hanya diukur dari jumlah pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari mobilitas ekonomi yang diciptakan.

Hingga akhir triwulan II 2026, sekitar 2,3 juta debitur telah berhasil naik kelas, menunjukkan bahwa akses pembiayaan yang disertai dengan pemberdayaan dan pendampingan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan skala dan kapasitas usaha mereka. Menurut Hery, keberhasilan Holding UMi harus diukur dari perubahan kondisi ekonomi nasabah dalam ekosistem tersebut. “Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usaha nasabah tumbuh, pendapatan meningkat, dan kemampuan menabung semakin baik, sehingga mereka dapat mengakses layanan keuangan yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan. “Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong,” tegas Hery.

Memasuki tahun kelimanya, Holding Ultra Mikro berfokus pada perluasan inklusi dan literasi keuangan. Salah satu perkembangan signifikan adalah penguatan ekosistem emas melalui Pegadaian, yang hingga Agustus 2026 telah mencapai sekitar 153 ton. Dengan kemampuan Pegadaian yang terus berkembang, ekosistem ini mencakup layanan gadai, pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas digital, hingga layanan bullion.

Pengembangan ini penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen penyimpan nilai dan pembentukan aset jangka panjang. Masyarakat yang sebelumnya hanya membutuhkan akses modal kini didorong untuk membangun kebiasaan menabung, memperkuat ketahanan keuangan, dan memiliki aset. Hery menegaskan bahwa lima tahun pertama Holding Ultra Mikro merupakan fondasi untuk fase pertumbuhan berikutnya.

Dengan skala ekosistem yang telah terbentuk, fokus selanjutnya adalah memastikan lebih banyak masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM. Tujuan akhir Holding Ultra Mikro adalah bukan hanya menjadi ekosistem keuangan yang besar, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan.

Artikel Terkait