Ekonomi

--- Lonjakan Saham BUMN Dorong IDXBUMN20 Naik Signifikan ---

--- IDXBUMN20 mengalami kenaikan sebesar 9,63% pada perdagangan Selasa (20/10), didorong oleh performa saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menguat signifikan. ---

I
Indriani Atmaja
21 October 2026 3 pembaca
Karunia Putri
Karunia Putri
---TITLEEXCERPT--- IDXBUMN20 mengalami kenaikan sebesar 9,63% pada perdagangan Selasa (20/10), didorong oleh performa saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menguat signifikan. ---CONTENT---

Indeks IDXBUMN20 mencatatkan kenaikan sebesar 9,63% pada perdagangan yang berlangsung pada hari Selasa, 20 Oktober. Indeks ini terdiri dari 20 saham BUMN yang memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas terbaik. Lonjakan tersebut menjadikan IDXBUMN20 sebagai indeks dengan pertumbuhan tertinggi pada hari itu, dengan saham-saham BUMN mengalami kenaikan yang signifikan.

Beberapa saham yang mencatatkan pertumbuhan tinggi antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 9,84% menjadi 2.790, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang melesat 9,82% ke level 3.690, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang meroket hingga 16,38%. Selain itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga mengalami kenaikan 10,48% ke level 2.740, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 6,97% ke level 1.305, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melonjak 6,27% ke level 3.050, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang melesat 8,78% ke level 3.220.

Kenaikan IHSG dan Kapitalisasi Pasar

Pergerakan positif saham-saham BUMN ini turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 5,65% ke level 5.278. Kapitalisasi pasar secara keseluruhan mencapai Rp 9.307 triliun, dengan nilai transaksi yang menembus Rp 26,54 triliun.

Peluang Investasi di Tengah Koreksi Pasar

Kenaikan indeks BUMN ini terjadi bersamaan dengan pernyataan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, yang menyatakan bahwa mereka berencana untuk menampung saham-saham BUMN di tengah kondisi pasar saham yang tidak stabil. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa koreksi pasar saat ini dapat menjadi peluang investasi bagi mereka. Menurutnya, saat ini valuasi emiten, termasuk yang dimiliki oleh BUMN, sudah berada pada level yang rendah.

Rosan menekankan bahwa Danantara memandang investasi sebagai penempatan modal jangka panjang dan bukan sekadar mencari keuntungan dari transaksi jual beli saham dalam waktu singkat. Ia percaya bahwa fundamental perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa sangat baik. “Kami meyakini, melihat, dan menganalisis bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik. Sangat baik, saya tekankan,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 16 Oktober.

Rosan juga menyebutkan bahwa saham-saham perbankan pelat merah, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), masih menunjukkan kekuatan. Ia mencatat bahwa valuasi saham-saham tersebut mungkin berada di bawah one time price-to-book value, yang juga di bawah rata-rata median valuasi di industri sejenis.

Lebih lanjut, Rosan menilai bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di saham-saham Indonesia, dan Danantara siap memanfaatkan momentum koreksi pasar untuk melakukan investasi. “Oleh sebab itu, kami harus tetap melihat ini sebuah opportunity, optimis dan meyakini kami siap masuk karena melihat kembali lagi ini adalah momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia,” tutupnya.

Artikel Terkait