Low Tuck Kwong, yang merupakan pengendali dari emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN), telah melepaskan puluhan juta sahamnya di perusahaan tersebut. Langkah ini diambil menyusul informasi bahwa pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal dengan nama Haji Isam, sedang bersiap untuk membeli saham BYAN melalui pasar negosiasi dengan nilai yang signifikan.
Menurut laporan terbaru mengenai kepemilikan saham yang dirilis oleh BYAN, Low Tuck Kwong tercatat telah menjual sebanyak 33.333.335 saham dengan harga di bawah pasar, yaitu Rp 11.025 per saham. Setelah transaksi ini, total dana yang berhasil diperoleh Low mencapai Rp 367,5 miliar. Selain itu, kepemilikan saham Low di BYAN juga mengalami penurunan, dari sebelumnya 13.416.921.870 saham atau setara 40,25% menjadi 13.383.588.535 saham atau 40,15% dari total saham yang beredar.
Transaksi Crossing yang Signifikan
Sebelumnya, saham BYAN mencatatkan transaksi crossing yang sangat besar di pasar negosiasi, mencapai sekitar 1,48 miliar saham dengan nilai sekitar Rp 3,82 triliun pada perdagangan intraday pada hari Rabu (7/10) pagi. Fauzan Luthfi Djamal, seorang analis riset senior di Mirae Asset Sekuritas, mencatat bahwa transaksi pertama terjadi pada pukul 09.38.08 WIB dengan volume 705,03 juta saham pada harga Rp 2.588 per saham, yang menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 1,82 triliun. Tak lama setelah itu, pada pukul 09.39.04 WIB, terjadi transaksi lanjutan dengan volume 772,45 juta saham pada harga yang sama, menghasilkan nilai transaksi kedua sebesar Rp 1,99 triliun.
Pada perdagangan intraday hari itu, sekitar pukul 10.45 WIB, harga saham BYAN mengalami penurunan sebesar 5,95% menjadi Rp 12.650, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 421,67 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 4,14 juta saham dengan nilai transaksi Rp 55,81 miliar, sehingga transaksi crossing tersebut terjadi dengan diskon sebesar 76,53%.
Rencana Akuisisi oleh Haji Isam
Transaksi besar ini bertepatan dengan rencana Haji Isam untuk mengakuisisi saham dari emiten tambang batu bara yang dimiliki oleh Low Tuck Kwong. Melalui PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam, jumlah saham yang akan diambil alih bahkan meningkat dari sebelumnya. Manajemen Bayan Resources menginformasikan bahwa jumlah saham biasa yang akan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama bertambah menjadi 10.084.088.370 saham dari sebelumnya 10.000.000.500 saham, yang setara dengan sekitar 30% dari total saham.
Namun, manajemen perusahaan belum memberikan informasi mengenai harga dari aksi korporasi tersebut. Fauzan mencatat bahwa transaksi crossing 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya. Angka yang beredar di publik masih bersifat indikatif, dengan laporan sekitar 10 September menyebutkan nilai sekitar US$ 3 miliar untuk transaksi 62,2% saham BYAN. Jika angka tersebut digunakan sebagai acuan untuk menghitung nilai 30% saham BYAN, maka nilai tersebut sekitar US$ 1,45 miliar atau setara dengan Rp 25,92 triliun, berdasarkan asumsi kurs Rp 17.876.
Fauzan juga menekankan bahwa nilai tersebut jauh di bawah rata-rata harga saham BYAN selama 90 hari yang mencapai Rp 12.643. Dengan asumsi harga tersebut, valuasi BYAN berada pada kisaran 5,7-5,9 kali laba bersih, dibandingkan dengan 26,9 kali pada penutupan perdagangan 22 September. “Tapi jadi gambaran aja, di pasar nego ada yang nge-pricing BYAN di fundamentalnya, itu di 20% current value, jadi sentiment negative, perhaps temporarily,” ungkap Fauzan.