Jakarta - Istilah glowing sering kali diasosiasikan dengan perawatan kulit, namun di Swara Hijau Farm, Endang Mintarja menggunakannya untuk menggambarkan maggot berusia sekitar 18 hari yang memiliki warna kuning cerah. "Maggot yang paling unsur proteinnya lagi tinggi itu umur sekitar 18 hari. Itu masa-masa warna kulitnya masih bersih, kuning, glowing ya seperti itu," ungkap Endang, yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Swara Hijau Farm, dalam sebuah diskusi baru-baru ini.
Menurut Endang, usia dan fase pertumbuhan maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan faktor penting dalam budidaya. Pertanyaannya, bagaimana cara pengelola Swara Hijau Farm menyiapkan pakan dan merawat larva hingga siap dipanen?
Pakan Organik yang Dikelola dengan Baik
Di Swara Hijau Farm, maggot diberi pakan dari sampah organik yang dikumpulkan dari masyarakat, restoran, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, sebelum diberikan kepada larva, sampah organik tersebut harus diolah terlebih dahulu.
Endang menjelaskan bahwa sampah organik dihaluskan menggunakan mesin, lalu dicampur dengan EM4 (Effective Microorganisms 4) dan molase atau tetes tebu. Campuran ini difermentasi semalaman sebelum diberikan kepada maggot. "Kalau tambahan nutrisi tidak ada, hanya pure dari sampah organik," jelasnya.
Bahan organik yang digunakan mencakup berbagai sisa makanan, termasuk nasi dan sumber protein lainnya. Berdasarkan pengalamannya, nasi menjadi salah satu bahan pakan yang efektif untuk pertumbuhan maggot. "Pakan maggot yang paling bagus itu nasi, sebetulnya, karena dia karbohidrat," tambahnya.
Namun, pemilihan pakan harus mempertimbangkan ketersediaan bahan dan kondisi budidaya. Pengalaman di Swara Hijau Farm tidak selalu dapat dijadikan acuan bahwa komposisi pakan yang sama akan menghasilkan pertumbuhan yang serupa di tempat lain.
Pengaturan dan Kebersihan Pakan
Pemberian pakan tidak sekadar memasukkan sampah organik ke dalam wadah budidaya. Pengelola juga harus memperhatikan apakah pakan sebelumnya sudah habis dikonsumsi oleh larva. Di Swara Hijau Farm, pemberian pakan dilakukan dengan mempertimbangkan sisa pakan sebelumnya. Jika masih ada sisa, penambahan pakan harus disesuaikan agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.
Sebelum diberikan kepada maggot, sampah melalui proses pengolahan dan fermentasi. Endang menjelaskan bahwa langkah ini membantu membuat bahan pakan lebih mudah dikelola. "Jadi sampahnya itu pertama belum busuk, terus yang kedua enggak terlalu bau," ujarnya.
Pengelolaan pakan sangat penting, terutama karena budidaya dilakukan di lingkungan perkotaan. Sisa makanan yang tidak dikelola dengan baik dapat mengganggu kebersihan area budidaya dan menyebabkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, jumlah pakan harus disesuaikan dengan kondisi larva dan sisa makanan yang ada. Wadah dan area budidaya juga perlu dipantau secara rutin untuk menjaga proses pemeliharaan tetap optimal.
Kebersihan area budidaya juga menjadi perhatian penting dalam memelihara maggot. Bahan organik yang digunakan sebagai pakan harus dikelola dengan baik untuk mencegah penumpukan dan bau. Di Swara Hijau Farm, sampah organik dipersiapkan sebelum diberikan kepada larva, dengan proses penghalusan dan fermentasi semalaman sebagai bagian dari pengelolaan pakan.
Pemantauan kondisi wadah dan sisa makanan juga diperlukan. Jika pakan sebelumnya belum habis, penambahannya harus disesuaikan agar tidak menumpuk. Dengan cara ini, pengelola dapat lebih mudah memantau kondisi pakan dan menjaga area budidaya tetap bersih.
Kebersihan juga berkaitan dengan prosedur keselamatan kerja bagi mereka yang menangani maggot dan sampah organik. Endang menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung saat bekerja. "Kalau memang SOP-nya itu harusnya pakai masker, terus juga pakai sarung tangan, pakai apa, boot, nah itu untuk menjaga tetap di K3-nya ya," ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan setelah berinteraksi langsung dengan larva. "Tanpa sarung tangan enggak apa-apa, cuma harus dicuci pakai sabun," tambahnya.
Dengan memperhatikan kebersihan wadah, sisa pakan, dan perlindungan diri saat bekerja, budidaya maggot dapat dikelola dengan lebih teratur. Hal ini melengkapi pengaturan pakan dan pemantauan pertumbuhan yang diperlukan untuk mendukung proses budidaya yang berkelanjutan.