Pendidikan

Mahasiswa KIP Kuliah Temukan Kerentanan Claude AI dan Menang Hadiah 3.700 Dollar AS

Muhamad Arga Reksapati, mahasiswa Universitas Teknologi Bandung, berhasil menemukan kerentanan pada sistem Claude AI dan meraih penghargaan internasional senilai 3.700 Dollar AS. Prestasi ini menunjuk...

V
Vina Maharani
06 July 2026 19 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Mahasiswa KIP Kuliah Temukan Kerentanan Claude AI dan Menang Hadiah 3.700 Dollar AS
Sumber gambar: kompas.com

Muhamad Arga Reksapati, seorang mahasiswa penerima KIP Kuliah dari Universitas Teknologi Bandung, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menemukan dan melaporkan kerentanan pada sistem kecerdasan artifisial Claude AI. Penemuan ini membuatnya mendapatkan penghargaan internasional dari perusahaan global, Anthropic, yang memberikan hadiah sebesar 3.700 Dollar AS.

Pencapaian Arga bermula ketika ia mengirimkan laporan melalui mekanisme resmi di platform HackerOne. Laporan tersebut, setelah melalui proses peninjauan, dinyatakan memiliki tingkat keparahan yang tinggi dengan skor 7,7. Sebagai bentuk apresiasi, Anthropic memberikan imbalan melalui program bug bounty.

Analisis Keamanan Mandiri

Ketertarikan Arga pada keamanan kecerdasan artifisial muncul dari keinginannya untuk memahami proses pengolahan data dalam pengembangan perangkat lunak. Ia melakukan analisis secara mandiri hingga menemukan indikasi kerentanan pada sistem Claude AI. Arga menjelaskan bahwa sebelum menyimpulkan temuan tersebut, ia melakukan verifikasi teknis untuk memastikan bahwa celah yang ditemukan dapat direproduksi dan memiliki dampak keamanan yang nyata.

Setelah verifikasi, Arga menyusun laporan teknis yang mencakup ringkasan temuan, dampak keamanan, langkah-langkah reproduksi, dan bukti pendukung sebelum mengirimkan laporan tersebut kepada Anthropic. Ia percaya bahwa riset keamanan yang dilakukan secara etis dan bertanggung jawab dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap keamanan teknologi di tingkat global.

Pengakuan dan Dukungan KIP Kuliah

Pengakuan dari Anthropic menambah catatan prestasi Arga di bidang keamanan siber. Sebelumnya, ia juga melaporkan beberapa kerentanan pada proyek open-source curl/libcurl, yang telah diakui secara internasional dan tercatat dalam National Vulnerability Database (NVD). Arga merasa bahwa program KIP Kuliah sangat penting dalam perjalanan studinya, memberikan kesempatan untuk fokus pada pendidikan tanpa terbebani masalah biaya.

Arga juga mendorong penerima KIP Kuliah lainnya untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ia berpesan agar mereka tidak merasa terbatasi oleh keadaan dan terus berusaha untuk belajar serta mencari pengalaman. "Prestasi tidak selalu ditentukan oleh fasilitas, tetapi oleh kemauan untuk belajar dan berkontribusi," ujarnya.

Rektor Universitas Teknologi Bandung, Muchammad Naseer, menambahkan bahwa pencapaian Arga menunjukkan bahwa akses pendidikan yang baik, ditunjang dengan ekosistem kampus yang mendukung, dapat menghasilkan talenta yang diakui di tingkat dunia. "Pengakuan ini adalah bukti bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing global," katanya.

Artikel Terkait