SLEMAN— Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) SMK Negeri 1 Godean, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berpartisipasi dalam Kirab Daur Ulang Sampah. Dalam acara ini, sejumlah mahasiswa ditunjuk untuk menjadi juri yang menilai inovasi siswa dalam mengolah limbah menjadi busana dan atribut untuk kirab.
Acara tahunan ini melibatkan seluruh elemen sekolah, di mana setiap kelas menampilkan karya berupa gaun dan atribut busana yang dirancang dari bahan bekas yang diperoleh dari rumah tangga. Berbagai bahan seperti koran, kertas, dan plastik bekas diolah menjadi berbagai kreasi yang menarik. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan melalui kreativitas dan kerja sama.
Proses Penjurian dan Kreativitas Siswa
Selama kirab, proses kreatif siswa ditampilkan di sepanjang rute, dan karya dari setiap kelas dinilai secara langsung oleh mahasiswa PK UNY yang bertindak sebagai juri. Salah satu mahasiswa yang terlibat, Zulfrisna Asma' Fauziyah, menyatakan bahwa fokus penilaian adalah pada kreativitas siswa dan cara mereka memanfaatkan bahan daur ulang untuk menciptakan karya. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat mendukung penilaian yang objektif, tertib, dan transparan, serta memberikan pengalaman berharga bagi mereka dalam berkontribusi pada kegiatan sekolah di luar pembelajaran rutin.
Kirab ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan ide dan keterampilan mereka dalam mengolah bahan bekas. Kerja sama antar siswa juga menjadi elemen penting dalam menciptakan busana dan atribut yang akan ditampilkan dalam acara tersebut.
Penerapan Nilai Adiwiyata dan Kesadaran Lingkungan
Kirab Daur Ulang Sampah juga merupakan salah satu implementasi nilai-nilai Adiwiyata di SMK Negeri 1 Godean. Sugiyanto, S.Pd., selaku Koordinator Adiwiyata, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung prinsip reuse, yaitu penggunaan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan. “Jadi, Mbak, acara kirab ini sebagai penerapan pengelolaan sampah, reuse namanya. Reuse itu menggunakan kembali barang-barang bekas menjadi lebih bernilai,” ujarnya.
Melalui pemanfaatan koran, kertas, dan plastik bekas dalam desain busana, siswa menunjukkan bagaimana barang yang tidak terpakai dapat diolah menjadi karya baru. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan konsep pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan pengalaman praktis kepada siswa. Proses pembuatan karya mendorong siswa untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas mereka, serta memperkuat kerja sama dalam menyiapkan penampilan setiap kelas.
Dengan membiasakan diri memanfaatkan kembali barang yang masih berguna, diharapkan siswa dapat menerapkan pengalaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pesan tentang kepedulian lingkungan tidak hanya berhenti pada kegiatan kirab, tetapi juga dapat mendukung kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 12, yang menekankan pada konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Tujuan ini berkaitan dengan peningkatan kesadaran akan pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Melalui kegiatan berbasis daur ulang, warga sekolah diajak untuk melihat barang bekas sebagai sumber daya yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Kirab ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan kreativitas, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Partisipasi mahasiswa PK UNY sebagai juri melengkapi rangkaian kegiatan ini, sementara karya yang ditampilkan oleh siswa menjadi wujud nyata penerapan prinsip penggunaan kembali barang bekas dalam kegiatan di sekolah.