Nasional

Manisnya Toleransi di Muncar: Jemaat Gereja Katolik Menyapa Kirab Hari Santri dengan 1.640 Paket Kudapan

S
Safeera Anisa
23 October 2026 3 pembaca
Santri tersenyum saat menerima paket kue yang diberikan jemaat Gereja Katolik Stasi Emmanuel Muncar. (KOMPAS.COM/Fitri Anggia)
Santri tersenyum saat menerima paket kue yang diberikan jemaat Gereja Katolik Stasi Emmanuel Muncar. (KOMPAS.COM/Fitri Anggia)

Sambutan Penuh Kehangatan di Depan Gereja

Suasana peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Banyuwangi diwarnai momen peneduh jiwa. Ketika rombongan kirab akbar yang terdiri dari para santri berbagai pondok pesantren melintas di kawasan Kecamatan Muncar pada Kamis (22/10/2026), langkah mereka disambut alunan nada mars Hari Santri. Kemeriahan ini semakin lengkap tatkala jemaat Gereja Katolik Stasi Emmanuel Muncar berdiri di barisan depan gereja mereka untuk membagikan 1.640 paket makanan kecil serta minuman ringan secara langsung kepada para peserta kirab.

Persembahan Tulus Tanpa Rencana Rumit

Aksi simpatik ini lahir murni dari ketulusan hati para jemaat. Ketua Stasi Gereja Katolik Stasi Emmanuel Muncar, Annastasia Dewi Susilaningsih, mengungkapkan bahwa seluruh bingkisan tersebut terkumpul berkat kepedulian swakarsa dari umat Katolik setempat.

"Ada sekitar 1.640 paket kue dan minuman yang dibagikan. Ini diperoleh dari umat Stasi Muncar yang secara spontan memberikan persembahan untuk diberikan kepada santri yang mengikuti kirab," tutur sosok yang akrab disapa Annas tersebut.

Annas menjelaskan, gerakan sederhana ini mengusung misi mulia untuk memperkokoh ikatan tali silaturahmi serta memupuk rasa saling menghargai sesama warga negara di tengah keberagaman keyakinan.

"Agar kita menjadi warga negara yang baik untuk kemajuan bangsa Indonesia," ungkapnya.

Ia turut memberikan pujian atas andil nyata para santri selama ini yang senantiasa menjaga kedamaian, termasuk dukungan mereka dalam mengawal ketertiban perayaan ibadah keagamaan.

"Saya pribadi menilai peran santri sangat baik, apalagi di lintas agama terkait kegiatan pengamanan kegiatan keagamaan," jelas Annas.

Tradisi Merawat Kerukunan Lintas Iman

Peristiwa pada peringatan Hari Santri ini sejatinya bukanlah aksi perdana yang digagas jemaat Gereja Katolik Stasi Emmanuel Muncar. Kebersamaan lintas iman sudah menjadi bagian dari denyut kehidupan mereka. Saban bulan suci Ramadhan tiba, para jemaat juga rutin turun ke jalan di depan gereja demi menyapa dan membagikan kudapan berbuka puasa (takjil) kepada masyarakat Muslim yang melintas.

Langkah ini terus dipertahankan sebagai ikhtiar merawat keharmonisan sosial di lingkungan setempat.

"Tujuan kami adalah untuk memupuk tali persaudaraan bersama di Kecamatan Muncar," pungkasnya.

Apresiasi Tinggi bagi Toleransi Nyata

Inisiatif penuh kehangatan dari pihak gereja mendulang simpati dan apresiasi hangat dari panitia penyelenggara. Ketua Panitia HSN 2026 Kecamatan Muncar, Abu Dahrin, menilai gestur tersebut merupakan teladan konkret bagaimana nilai-nilai toleransi dapat dipraktikkan secara nyata melalui tindakan sederhana sehari-hari.

"Semoga semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam merawat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Banyuwangi," kata Abu Dahrin penuh harap.

Artikel Terkait