Ekonomi

MDLA Memperluas Ekspor Produk Kesehatan ke Afrika

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) memperluas jangkauan pasar produk kesehatan dengan menargetkan ekspor ke negara-negara baru, termasuk Afrika, setelah sukses di Kamboja dan Timor Leste.

A
Adhe Dharma
09 September 2026 36 pembaca
Karunia Putri
Karunia Putri

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) kini berupaya untuk memperluas pasar produk kesehatan mereka hingga ke luar Asia. Setelah berhasil mengekspor alat kesehatan ke Kamboja dan Timor Leste, perusahaan ini sedang menjajaki kemungkinan ekspor ke negara-negara baru, termasuk yang berada di kawasan Afrika.

Juliawati, Direktur Utama MDLA, menjelaskan bahwa ekspansi ke pasar internasional merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan sumber pendapatan perusahaan. Meskipun saat ini, bisnis distribusi masih menjadi penyumbang utama pendapatan MDLA, perusahaan juga mencatat adanya pertumbuhan yang signifikan dalam sektor alat kesehatan, termasuk produk yang mereka produksi sendiri. “Selain jual di market lokal Indonesia, kami juga sudah melakukan ekspor. Saat ini memang masih dua country, di Kamboja dan juga di Timor Leste,” ungkap Juliawati dalam paparan publik MDLA secara virtual pada Selasa (8/9).

Rencana Ekspansi ke Negara Baru

Menurut Juliawati, MDLA sedang mempersiapkan ekspansi ke dua negara baru, dengan salah satu targetnya untuk terealisasi pada akhir tahun ini atau pada tahun 2026. Negara lainnya diperkirakan akan menyusul pada tahun depan. Ekspansi ini didukung oleh bisnis alat kesehatan yang diproduksi sendiri, yang baru dimulai pada tahun 2023 dan terus menunjukkan pertumbuhan.

Selain fokus pada ekspor, MDLA juga memiliki distributor di Kamboja yang menjadi salah satu pilar pertumbuhan bisnis luar negeri mereka. Untuk mendukung pertumbuhan bisnis distribusi, MDLA tengah memperkuat infrastruktur pergudangan. Harris Lesmana, Investor Relations MDLA, menyampaikan bahwa perusahaan sedang membangun gudang baru di Medan, Sumatra Utara, dengan luas sekitar 9.000 meter persegi, yang akan menjadi salah satu fasilitas cabang terbesar MDLA di wilayah Sumatera. Gudang ini akan dilengkapi dengan berbagai jenis penyimpanan, termasuk fasilitas untuk produk yang memerlukan suhu dingin.

Pembangunan dan Akuisisi Gudang

Pembangunan gudang dimulai setelah akuisisi tanah pada tahun 2023, dengan target penyelesaian pada kuartal keempat 2026. Selain itu, MDLA juga telah mengakuisisi gudang pusat di Cikarang, Jawa Barat, pada Agustus 2025, setelah sebelumnya menyewa gudang selama lebih dari 10 tahun. Gudang baru ini memiliki luas sekitar 10.000 meter persegi dan akan dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan untuk berbagai produk, termasuk yang memerlukan suhu khusus antara 2-8 derajat Celsius. Saat ini, perusahaan masih dalam tahap finalisasi desain dan menargetkan pembangunan dimulai setelah proses tersebut selesai.

Dalam hal distribusi, MDLA juga menambah lima prinsipal baru ke dalam portofolio bisnisnya selama semester pertama 2026. Penambahan ini terdiri dari satu prinsipal di segmen etika utama, tiga prinsipal di segmen kesehatan konsumen, dan satu prinsipal di segmen alat kesehatan. Di sisi lain, bisnis manufaktur alat kesehatan MDLA menunjukkan perkembangan yang positif, dengan peningkatan penjualan dan cakupan pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Produk-produk yang diproduksi oleh MDLA semakin banyak tersedia di berbagai rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah. Untuk mendukung perluasan pasar, perusahaan secara aktif mengikuti berbagai kegiatan dan pameran berskala nasional. Produksi alat kesehatan MDLA juga mengalami peningkatan sekitar 8% pada semester pertama 2026. Di paruh kedua tahun ini, MDLA berencana untuk melakukan pengiriman ekspor berikutnya ke Kamboja, setelah sebelumnya telah melakukan ekspor ke negara tersebut. Selain itu, perusahaan juga tengah melakukan penjajakan pasar baru di Afrika sebagai bagian dari strategi untuk memperluas pasar produk kesehatan ke luar Indonesia.

MDLA mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO) pada 15 April 2025 dengan harga Rp 188 per saham. Saat ini, harga saham perusahaan berada di level 208, meskipun tidak ada perubahan signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (8/9). Pada semester pertama 2026, MDLA melaporkan laba bersih yang meningkat menjadi Rp 220,95 miliar, naik dari Rp 197,94 miliar.

Artikel Terkait