🔴 Breaking
Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Informasi Terbaru Harga BBM Pertamina Per 11 April 2026: Dari Pertalite hingga Pertamax Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Informasi Terbaru Harga BBM Pertamina Per 11 April 2026: Dari Pertalite hingga Pertamax
Pendidikan

Melemahnya Rupiah dan Dampaknya pada Harga Pangan

Rupiah melemah, dosen UGM soroti kenaikan harga pangan,

Ananta Prana

Penulis

27 March 2026
5 kali dibaca
Melemahnya Rupiah dan Dampaknya pada Harga Pangan

Belakangan ini, nilai tukar rupiah terus melemah. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan dampaknya pada harga pangan. Seorang dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan bahwa melemahnya rupiah dapat menyebabkan kenaikan harga pangan.

Menurut dosen UGM tersebut, melemahnya rupiah dapat meningkatkan biaya impor bahan pangan, sehingga harga pangan di dalam negeri juga akan meningkat. "Kenaikan harga pangan ini dapat berdampak pada daya beli masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah," kata dosen UGM.

Dosen UGM tersebut juga menambahkan bahwa kenaikan harga pangan dapat memicu inflasi, yang dapat berdampak negatif pada perekonomian negara. "Inflasi yang tinggi dapat menurunkan daya beli masyarakat, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Untuk mengatasi dampak melemahnya rupiah pada harga pangan, dosen UGM tersebut menyarankan agar pemerintah meningkatkan produksi pangan dalam negeri. "Dengan meningkatkan produksi pangan dalam negeri, kita dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan, sehingga dapat mengurangi dampak melemahnya rupiah pada harga pangan," katanya.

Selain itu, dosen UGM tersebut juga menyarankan agar pemerintah meningkatkan kemampuan penyimpanan dan pendistribusian pangan. "Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa pangan yang dihasilkan dapat disalurkan secara efektif dan efisien, sehingga dapat mengurangi kerugian dan meningkatkan kualitas pangan," tambahnya.

Melemahnya rupiah dan dampaknya pada harga pangan merupakan isu yang sangat penting dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Dengan meningkatkan produksi pangan dalam negeri dan kemampuan penyimpanan dan pendistribusian pangan, kita dapat mengurangi dampak melemahnya rupiah pada harga pangan dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi masyarakat.

Artikel Terkait

Sumber: www.kompas.com