Kesehatan

Memilih Perawatan Estetika dengan Bijak: Panduan untuk Konsumen Cerdas

Konsumen kini lebih selektif dalam memilih perawatan estetika, tidak hanya terpengaruh oleh tren atau harga. Mereka berusaha memahami kebutuhan kulit dan hasil yang diharapkan sebelum memutuskan.

E
Eira Orelia
12 September 2026 28 pembaca
Foto: DL Clinic
Foto: DL Clinic

Jakarta - Pemilihan perawatan estetika saat ini tidak lagi didasarkan pada viralitas, popularitas figur publik, atau harga yang tinggi. Semakin banyak konsumen yang berusaha memahami apakah suatu tindakan sesuai dengan kondisi kulit mereka, memiliki tujuan yang jelas, serta sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Menurut dr. Dedy Chandra, konsumen dengan pertimbangan tersebut lebih tepat disebut sebagai orang yang cerdas.

"Sekarang saya lebih suka menyebut mereka Smart People. Mereka bukan sekadar datang karena sebuah brand sedang viral," ungkap dr. Dedy dalam keterangan tertulisnya.

Pentingnya Memahami Kebutuhan Kulit

Dr. Dedy menjelaskan bahwa konsumen saat ini ingin mengetahui apa yang dilakukan, alasan di balik tindakan tersebut, dan hasil yang bisa diharapkan. Prinsip yang harus dipegang adalah: "Spend your money on the result, not just on the hype."

Meskipun perawatan premium tetap memiliki tempatnya, produk dari merek besar atau perawatan dengan harga tinggi tidak selalu berarti buruk. Namun, harga dan popularitas seharusnya bukan satu-satunya pertimbangan dalam memilih perawatan.

"Misalnya ada injectable yang sedang sangat terkenal dengan harga beberapa juta rupiah. Kita juga punya pilihan tersebut. Tetapi kalau ada alternatif lain yang indikasinya sesuai, kualitasnya baik, hasilnya bisa kita dokumentasikan, dan biayanya lebih rasional, tentu pasien berhak mengetahui pilihan itu," jelas dr. Dedy.

Program Perawatan yang Terjangkau dan Efektif

Dengan pendekatan yang lebih bijak, pasien dapat memilih perawatan berdasarkan kebutuhan dan hasil yang diharapkan, bukan hanya mengikuti tren. Pendekatan ini diterapkan oleh DL Beauty melalui beberapa tingkatan perawatan. Salah satunya adalah Tantangan 2 Minggu, program entry-level yang menggabungkan beberapa tindakan dalam satu rangkaian perawatan. Program ini dirancang dengan biaya yang lebih terjangkau dan dilengkapi dengan evaluasi hasil setelah dua minggu.

Bagi dr. Dedy, hal yang penting dari program tersebut bukan hanya biayanya, tetapi juga proses evaluasinya. "Yang penting kita bisa lihat: before treatment, lalu dua minggu kemudian after treatment. Jadi bukan hanya mendengar janji," tambahnya.

Setelah kebutuhan dasar kulit terpenuhi, perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Pendekatan DL Beauty mencakup FOURGENIC untuk ketahanan kulit, perawatan regeneratif seperti exosome, perawatan biostimulatory seperti stimulator kolagen, serta perawatan korektif dan kontur seperti dermal filler.

Salah satu inovasi adalah Glow Trifecta Injectable, yang menggabungkan stimulator kolagen dengan pendekatan regeneratif untuk membantu memperbaiki struktur dan kualitas kulit. Namun, dr. Dedy menekankan bahwa tidak semua pasien perlu langsung menjalani injectable. Untuk pasien yang lebih muda, terutama mereka yang berada di akhir usia 20-an tanpa tanda penuaan yang signifikan, pendekatan pencegahan primer dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Pendekatan tersebut dirangkum dalam konsep FOURGENIC Skin Longevity, yang mencakup: Healthy Life, Good Nutrition, Eligible Skincare, dan Smart Treatments. "Bukan karena ada treatment baru kemudian kita mencari siapa yang bisa disuntik. Kita harus melihat orangnya dulu, masalah kulitnya apa, baru menentukan treatment," tegas dr. Dedy.

Menurutnya, pemilihan perawatan harus dimulai dari kondisi dan kebutuhan pasien, bukan dari tren atau produk yang sedang populer. Inilah karakter dari orang-orang cerdas. Mereka tidak hanya bertanya, 'Treatment apa yang sedang viral?', tetapi juga mulai bertanya: 'Apa yang sebenarnya kulit saya butuhkan?'

Akhirnya, inovasi dalam estetika bukanlah tentang memilih perawatan yang paling mahal atau paling murah. Yang terpenting adalah memilih tindakan yang tepat, rasional, memiliki tujuan yang jelas, dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Artikel Terkait