Pendidikan

Mendikdasmen Menyatakan Ekskul Korps Kadet Tidak Wajib di Sekolah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia tidak wajib diikuti oleh siswa di tingkat pendidikan menengah.

A
Agus Wigati
22 September 2026 23 pembaca
Foto ilustrasi siswa berangkat sekolah menaiki sepeda, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Foto ilustrasi siswa berangkat sekolah menaiki sepeda, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

JAKARTA— Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di jenjang pendidikan menengah bersifat pilihan bagi siswa. Ia menjelaskan bahwa sekolah menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler, di mana beberapa di antaranya wajib diikuti, sementara yang lainnya tidak.

“Ekskul itu kan kami buka sebanyak-banyaknya. Tapi ada yang wajib, ada yang tidak wajib. Ekskul yang wajib hanya pramuka, selain pramuka tidak wajib,” ungkap Mu'ti saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung DPR pada Senin, 21 September 2026.

Pelaksanaan Kegiatan Korps Kadet di Sekolah

Mu'ti menjelaskan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler Korps Kadet berlangsung di sekolah. Siswa memiliki hak untuk memilih apakah mereka ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini atau tidak. “Ya muridnya, namanya pilihan,” jelasnya.

Selain itu, setiap sekolah memiliki kebebasan untuk menentukan materi dan bentuk pelaksanaan ekstrakurikuler Korps Kadet. Hal ini memungkinkan kegiatan tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Dasar Hukum Penyelenggaraan Ekstrakurikuler

Ketentuan mengenai penyelenggaraan ekstrakurikuler Korps Kadet tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 136 Tahun 2026. Keputusan ini ditetapkan pada 5 Mei 2026 dan mengatur pedoman pelaksanaan pembinaan kesadaran bela negara melalui ekstrakurikuler Korps Kadet di tingkat pendidikan menengah.

Ekstrakurikuler di sekolah memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh siswa dan orang tua. Di satu sisi, kegiatan ini menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan soft skills, seperti kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, dan kerja sama tim. Selain itu, ekstrakurikuler juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat di luar akademik, memperluas jaringan pertemanan, serta meningkatkan rasa percaya diri.

Namun, di sisi lain, jika tidak dikelola dengan baik, keterlibatan yang berlebihan dalam ekstrakurikuler dapat menyebabkan masalah manajemen waktu, kelelahan fisik dan mental, serta berpotensi mengurangi fokus dan prestasi akademik siswa di kelas.

Artikel Terkait