🔴 Breaking
INET Mengakuisisi SGI dengan Nilai Rp280 Miliar, Mencapai 65 Persen Ekuitas Bahaya Tersembunyi di Balik Kesukaan Makan Ikan Asin Penjualan Mobil Maret 2026 Alami Penurunan Drastis Sebesar 24,6 Persen Jika Dibandingkan Dengan Februari ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia INET Mengakuisisi SGI dengan Nilai Rp280 Miliar, Mencapai 65 Persen Ekuitas Bahaya Tersembunyi di Balik Kesukaan Makan Ikan Asin Penjualan Mobil Maret 2026 Alami Penurunan Drastis Sebesar 24,6 Persen Jika Dibandingkan Dengan Februari ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia
Nasional

Mendorong Keamanan Digital: Waka MPR Lestari Moerdijat Ajak Bersinergi untuk Anak

Waka MPR Lestari Moerdijat menyerukan kolaborasi semua elemen masyarakat demi menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak.

Darma Yudhistira

Penulis

29 March 2026
5 kali dibaca
Mendorong Keamanan Digital: Waka MPR Lestari Moerdijat Ajak Bersinergi untuk Anak

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, dengan tegas menyerukan kepada semua pihak untuk bersinergi dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak-anak. Pernyataan ini muncul sebagai respon terhadap meningkatnya kekhawatiran mengenai keselamatan anak saat berinteraksi di dunia maya. Lestari, dalam keterangannya, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga pendidikan guna mewujudkan tujuan tersebut.

Dalam acara yang digelar baru-baru ini, Lestari Moerdijat menjelaskan bahwa digitalisasi telah membawa banyak manfaat, namun juga menyimpan potensi risiko, terutama bagi anak-anak yang belum sepenuhnya memahami bahaya di dunia maya. “Kita harus bersama-sama memastikan anak-anak kita dapat beraktivitas di ruang digital dengan aman dan nyaman,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa upaya menciptakan ruang digital yang aman bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Lestari juga menyoroti pentingnya pendidikan yang membekali anak-anak dengan keterampilan digital yang baik. Ia mengatakan, “Pendidikan yang berkualitas akan mendorong anak-anak untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan informasi dan orang lain di internet.” Dalam pandangannya, melalui pendidikan yang tepat, anak-anak akan mampu mengenali potensi bahaya dan bagaimana cara menghindarinya.

Lebih lanjut, ia mengajak semua penggiat teknologi untuk turut bertanggung jawab dalam menciptakan aplikasi dan platform yang aman bagi anak. “Para pengembang aplikasi seharusnya memasukkan fitur-fitur pengamanan yang dapat melindungi anak-anak dari konten negatif,” tegasnya. Dengan adanya fitur semacam itu, diharapkan orang tua dapat lebih tenang saat anak-anak menggunakan teknologi untuk belajar dan bersosialisasi.

Selain itu, Lestari Moerdijat juga meminta agar ada peningkatan kesadaran di kalangan orang tua mengenai pentingnya pengawasan dan pendampingan saat anak-anak menggunakan internet. “Orang tua perlu terlibat aktif dalam memantau kegiatan online anak-anak, serta memberikan pemahaman tentang batasan dan etika bersosialisasi di dunia maya,” jelasnya.

Di penghujung pernyataannya, Lestari berharap inisiatif ini dapat membawa dampak positif bagi generasi penerus. “Dengan langkah bersama, kita dapat memastikan anak-anak kita tidak hanya tumbuh sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai individu yang bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya. Kegiatan ini diharapkan akan terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak untuk menciptakan suatu ekosistem digital yang lebih sehat dan aman bagi anak-anak.

Dengan adanya seruan ini, diharapkan akan tercipta kesadaran kolektif yang lebih besar terkait pentingnya keamanan digital, serta mendorong tindakan nyata untuk perlindungan anak di era digital saat ini. Keterlibatan dan bersama-sama dalam menciptakan solusi nyata menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Artikel Terkait

Sumber: www.jpnn.com