Ekonomi

Menelusuri Perjalanan Fipi Novita Sari, AO PNM di Pulau Sebatik

Fipi Novita Sari, seorang Account Officer PNM Mekaar, menembus berbagai medan untuk mendampingi pelaku usaha di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara. Selama tiga bulan bertugas, ia berinteraksi de...

D
Darma Yudhistira
11 September 2026 34 pembaca
Try Surya Anditya
Try Surya Anditya

Fipi Novita Sari, yang menjabat sebagai Account Officer (AO) di PNM Mekaar, menjalani perjalanan yang menantang untuk menjangkau pelaku usaha di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara. Dalam kurun waktu tiga bulan penugasannya di wilayah tersebut, Novi harus melewati jalur laut dan darat, termasuk menggunakan perahu serta menavigasi jalan yang berkelok dan berbukit. Selama perjalanannya, ia mendengar berbagai kisah dari perempuan pelaku usaha rumput laut yang berupaya mengembangkan usaha mereka.

Bagi Novi, tugas ini merupakan bagian penting dari pekerjaannya untuk memastikan nasabah mendapatkan akses terhadap pembiayaan dan pendampingan yang diperlukan. Sebagian besar nasabah yang ia temui adalah pelaku usaha rumput laut yang memanfaatkan pembiayaan Mekaar untuk memenuhi kebutuhan usaha mereka, seperti membeli tali yang digunakan dalam proses budidaya.

Medan yang Menantang

Perjalanan yang dilalui Novi tidak selalu mudah. Wilayah Sebatik sebagian besar dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit dengan kondisi jalan yang berkelok dan berbukit. Selain itu, perjalanan laut menjadi lebih sulit ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, menyebabkan ombak yang cukup besar. "Terkadang kami harus mengejar waktu sehingga perjalanan terasa cukup menantang, apalagi ketika banyak kendaraan roda empat yang melintas," ungkap Novi.

Saat ini, Novi mendampingi sekitar 18 kelompok dengan hampir 100 nasabah. Pendampingan dilakukan mulai dari proses pembiayaan, termasuk menjelaskan tahapan kepada nasabah hingga memastikan bahwa pembiayaan dapat dicairkan. Dari interaksi tersebut, ia melihat bahwa pembiayaan yang diterima nasabah digunakan untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari. Bagi pelaku usaha rumput laut, tambahan modal tersebut digunakan untuk membeli tali yang merupakan kebutuhan dalam budidaya.

Transformasi Usaha Perempuan

Selain pelaku usaha rumput laut, Novi juga menjumpai nasabah yang menjalankan usaha dari hasil laut lainnya, seperti udang dan kerang tudai. Dalam beberapa keluarga, usaha ini dilakukan secara bersama-sama, di mana suami mencari hasil laut di pulau lain dan istri menjual hasil tangkapan untuk mendapatkan penghasilan. Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Novi adalah melihat perubahan pada perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai "Mak Betang", istilah lokal untuk orang yang membantu mengikat rumput laut, termasuk di tempat penjemuran.

Setelah mendapatkan pembiayaan dari PNM, beberapa dari mereka mulai berusaha untuk membangun usaha sendiri. "Jadi, sebelumnya hanya sebagai pekerja, sekarang mereka mulai memiliki usaha sendiri," kata Novi. Perjalanan Novi di Sebatik juga menunjukkan keterhubungan antara usaha rumput laut masyarakat dengan rantai ekonomi yang lebih luas, di mana sebagian rumput laut dari Nunukan dikirim ke Sulawesi untuk diolah dan diekspor.

Novi menambahkan bahwa pertumbuhan usaha masyarakat dapat membuka peluang ekonomi baru di lingkungan sekitar. Ketika usaha nasabah berkembang, kebutuhan akan tenaga kerja juga meningkat, memberikan kesempatan bagi masyarakat lain untuk mendapatkan penghasilan. "Dampak nyatanya adalah nasabah bisa membuka peluang kerja bagi orang lain. Mereka bisa mengembangkan usahanya sehingga usahanya semakin besar dan pada akhirnya dapat menjadi peluang pekerjaan bagi masyarakat lainnya," ulasnya.

Novi telah bergabung dengan PNM sejak 28 Oktober 2024. Sebelum dan setelah penempatannya di Sebatik, ia bertugas di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara. "Selain itu, pekerjaan ini membuat saya bisa bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Saya juga bisa mengembangkan diri di PNM dan belajar bagaimana proses pembiayaan di salah satu perusahaan besar," ujarnya.

Kisah Novi dan para nasabah di Sebatik merupakan bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi pelaku usaha ultra mikro. Holding UMi terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Holding ini dirancang untuk memberikan akses pembiayaan terintegrasi bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro di berbagai wilayah Indonesia.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa keberhasilan Holding UMi tidak hanya terlihat dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha ultra mikro. Akses pembiayaan dan pendampingan diharapkan dapat membantu mereka dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Hingga saat ini, Holding Ultra Mikro telah menjangkau 33,6 juta nasabah pinjaman, dengan dukungan basis simpanan mikro yang telah mencapai lebih dari 166,3 juta rekening.

"Kisah Novi di Sebatik menjadi salah satu gambaran bagaimana manfaat tersebut hadir hingga ke pelosok daerah. Di tengah medan yang menantang, Novi terus menjangkau dan mendampingi nasabah agar dapat mengembangkan usaha, termasuk para pelaku usaha rumput laut," tutup Dhanny.

Artikel Terkait