Vio, sapaan akrabnya, menjalani perjalanan yang bukan sekadar rutinitas kerja, melainkan juga sebagai misi untuk memperkenalkan PNM di Banda Neira. Penugasan ini merupakan langkah awal dalam pembukaan Unit Banda, yang menjadi unit pertama PNM di wilayah tersebut.
Tantangan yang dihadapi Vio tidak hanya berkaitan dengan jarak, tetapi juga dalam memperkenalkan PNM yang masih asing bagi sebagian masyarakat setempat. Ia melakukan sosialisasi dengan mengunjungi rumah-rumah penduduk untuk menjelaskan program PNM Mekaar. "Awal kami masuk, mereka ragu. Kami tidak memaksakannya bagi mereka yang terasa ragu. Tapi kami rangkul yang percaya sama kami untuk prosesnya ke depan," jelasnya.
Strategi Pendekatan yang Efektif
Vio mengungkapkan bahwa pendekatan terhadap masyarakat memerlukan kesabaran dan komunikasi yang baik. Ia tidak hanya berbicara dengan calon nasabah, tetapi juga berusaha memahami kondisi dan pandangan keluarga mereka untuk membangun kepercayaan secara bertahap.
Di samping itu, sebagai petugas lapangan, Vio juga harus menghadapi tantangan geografis. Untuk mencapai beberapa wilayah, ia dan rekan-rekannya harus menyeberangi laut dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Meskipun ada keterbatasan dalam transportasi, aktivitas pendampingan tetap berlangsung. Ketika sepeda motor tidak dapat digunakan, mereka memilih untuk berjalan kaki, sementara informasi mengenai PNM mulai menyebar melalui nasabah yang telah bergabung.
Transformasi Kehidupan Melalui PNM
Bagi Vio, menjalani peran sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar lebih dari sekadar menjangkau calon nasabah; ia juga melihat langsung perubahan yang terjadi dalam kehidupan para ibu yang didampinginya. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika seorang nasabah yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga memutuskan untuk berhenti dan memulai usaha menjual kebutuhan sehari-hari setelah mendapatkan modal dari PNM.
Nasabah tersebut sebelumnya harus bekerja dari pagi hingga sore, sehingga memiliki waktu yang terbatas untuk bersama keluarga. "Saya merasa bersyukur, karena saya jadi penyalur berkat," ungkap Vio, yang merasa bahagia melihat para ibu mulai memiliki usaha dan penghasilan untuk membantu keluarga mereka.
Kisah Vio mencerminkan bahwa perluasan inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada produk dan layanan yang tersedia, tetapi juga pada keberadaan tenaga pemasar yang mampu menjangkau dan membangun kepercayaan masyarakat hingga tingkat komunitas. Kehadiran PNM di Banda Neira merupakan bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) untuk memperluas layanan keuangan di berbagai wilayah Indonesia.
Sejak didirikan pada tahun 2021, Holding UMi telah mengintegrasikan kekuatan BRI sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PNM untuk menciptakan ekosistem yang menghubungkan akses pembiayaan, simpanan, transaksi, serta pemberdayaan dan pendampingan usaha. Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi antara BRI, Pegadaian, dan PNM juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur untuk naik kelas.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa kekuatan Holding UMi terletak tidak hanya pada besarnya ekosistem yang dibangun, tetapi juga pada kemampuan seluruh entitas untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. “Di balik besarnya ekosistem Holding Ultra Mikro, terdapat 74 ribu tenaga pemasar yang setiap hari hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka menjadi jembatan yang menghubungkan layanan keuangan dengan pelaku usaha hingga ke tingkat komunitas untuk membangun kepercayaan, mendampingi, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh,” tutup Dhanny.