Kesehatan

Mengapa Pertumbuhan Gigi Bungsu Berbeda-Beda, Sakit atau Tidak Sakit?

Pertumbuhan gigi bungsu sering kali menimbulkan rasa sakit yang bervariasi pada setiap individu. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk posisi tumbuh dan ruang di rahang.

D
Dinda Mughni
19 September 2026 21 pembaca
Periksa gigi. Foto: Getty Images/LukaTDB
Periksa gigi. Foto: Getty Images/LukaTDB

Ketika area belakang mulut terasa nyeri, gusi bengkak, atau bahkan tidak ada gejala sama sekali, itu bisa menjadi tanda bahwa gigi bungsu sedang tumbuh. Banyak orang baru menyadari keberadaan gigi bungsu setelah merasakan ketidaknyamanan, padahal ada banyak informasi menarik mengenai gigi ini yang sebaiknya diketahui sebelumnya.

Apa Itu Gigi Bungsu?

Gigi bungsu, yang secara medis dikenal sebagai gigi molar ketiga, adalah gigi geraham terakhir yang tumbuh di setiap sisi rahang atas dan bawah. Normalnya, terdapat empat gigi bungsu: dua di rahang atas dan dua di rahang bawah. Disebut "bungsu" karena gigi ini merupakan gigi permanen terakhir yang muncul, sehingga dianggap sebagai "anak bungsu" dalam keluarga gigi geraham.

Kapan Gigi Bungsu Tumbuh?

Gigi bungsu biasanya mulai tumbuh antara usia 17 hingga 25 tahun, meskipun ada individu yang mengalami pertumbuhan lebih awal atau lebih lambat. Usia ini sering disebut sebagai "usia kebijaksanaan" karena gigi ini tumbuh saat seseorang memasuki masa dewasa muda. Tidak semua orang mengalami pertumbuhan keempat gigi bungsu secara bersamaan; beberapa mungkin tumbuh satu per satu, sementara yang lain hanya tumbuh sebagian atau bahkan tidak memiliki benih gigi bungsu sama sekali.

Kenapa Gigi Bungsu Sering Bermasalah?

Masalah dengan gigi bungsu bukan sekadar mitos, melainkan berdasarkan temuan dari antropologi dental. Manusia purba yang mengonsumsi makanan keras dan berserat memiliki rahang yang lebih besar, sehingga cukup ruang untuk 32 gigi, termasuk gigi bungsu. Namun, seiring dengan perubahan pola makan yang lebih lunak, ukuran rahang manusia modern cenderung mengecil, sementara jumlah gigi tetap sama. Akibatnya, seringkali tidak ada cukup ruang di rahang belakang untuk menampung gigi bungsu dengan baik.

Penelitian oleh ahli biologi evolusi menunjukkan bahwa masalah gigi bungsu jarang ditemukan pada tengkorak manusia dari era pra-industri, tetapi sangat umum terjadi pada manusia modern. Diperkirakan sekitar 90% orang harus menjalani prosedur pencabutan setidaknya satu dari empat gigi bungsunya.

Kenapa Ada yang Sakit, Ada yang Tidak?

Variasi rasa sakit saat gigi bungsu tumbuh tergantung pada arah dan posisi tumbuhnya. Jika gigi bungsu tumbuh lurus dan ada cukup ruang di rahang, proses pertumbuhannya biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, atau hanya sedikit ngilu. Namun, jika gigi bungsu mengalami impaksi, yaitu tidak dapat tumbuh sempurna karena terhalang oleh gigi lain atau tulang rahang, maka kondisi ini sering menyebabkan rasa sakit.

Gigi Bungsu Tumbuh Normal dan Impaksi

Gigi bungsu yang tumbuh normal biasanya tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti, sementara gigi bungsu yang mengalami impaksi dapat menyebabkan berbagai masalah seperti gusi bengkak, nyeri, dan infeksi. Beberapa jenis impaksi yang umum meliputi impaksi miring, horizontal, dan vertikal yang terjebak, yang semuanya dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Rasa Sakit

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi rasa sakit saat gigi bungsu tumbuh meliputi ukuran rahang yang sempit, sudut tumbuh gigi terhadap gigi tetangga, serta peradangan gusi akibat sisa makanan yang terjebak. Daya tahan tubuh juga berperan dalam seberapa besar peradangan yang muncul.

Apa yang Bisa Dilakukan Jika Gigi Bungsu Tumbuh?

Jika gigi bungsu tumbuh tanpa menimbulkan gejala, penting untuk tetap rutin memeriksakan diri ke dokter gigi. Namun, jika muncul nyeri ringan atau gusi bengkak, berkumur dengan air garam hangat dapat membantu meredakan peradangan. Jika terjadi infeksi atau impaksi parah, dokter gigi mungkin akan melakukan rontgen untuk menentukan langkah selanjutnya, yang bisa termasuk pencabutan gigi bungsu.

Menunda pemeriksaan gigi bungsu yang bermasalah dapat meningkatkan risiko infeksi, kerusakan pada gigi geraham di depan, dan masalah lainnya. Oleh karena itu, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi jika mengalami gejala yang mengganggu.

Secara keseluruhan, gigi bungsu adalah gigi geraham terakhir yang muncul, biasanya antara usia 17 hingga 25 tahun. Tidak semua orang merasakan sakit saat gigi ini tumbuh, tergantung pada apakah gigi tersebut tumbuh lurus atau mengalami impaksi. Jika ada gejala seperti nyeri berkepanjangan atau kesulitan membuka mulut, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi untuk evaluasi lebih lanjut.

Artikel Terkait