Langkah nyata untuk mendongkrak geliat pariwisata Tanah Air kembali digulirkan. Lewat konferensi pers yang digelar di gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, pada Rabu (23/9/2026), pemerintah mengumumkan program familiarization trip (famtrip) yang menjadi bagian dari Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026. Sebanyak 34 travel agent serta buyer dari mancanegara diboyong langsung untuk meresapi keindahan berbagai sudut Indonesia. Sebelum memasuki forum pertemuan bisnis (business matching), para agen perjalanan internasional ini diajak menjelajahi jajaran destinasi unggulan, mulai dari Tanjung Kelayang di Belitung, keindahan alam Jawa Barat, pesona Bromo Tengger Semeru, hingga eksotisme Manado dan Likupang.
Upaya Menjangkau Pasar Internasional yang Lebih Luas
Mengenalkan surga wisata lokal ke panggung dunia dipandang sebagai langkah krusial untuk memperlebar ceruk pasar pariwisata nasional. Pentingnya konsistensi dalam agenda promosi ini digarisbawahi oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Saat memberikan keterangan dalam Konferensi Pers WITF 2026 tersebut, beliau menerangkan, "Penguatan promosi dan perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia,". Menurutnya, ajang bertipe B2B (business to business) seperti WITF membuka kesempatan emas bagi para pelaku industri dalam negeri untuk bertatap muka secara langsung dengan agen travel asing. Forum ini tak hanya menjadi wadah membaca arah tren dan kebutuhan wisatawan global, tetapi juga panggung untuk memamerkan ragam produk wisata unggulan Indonesia.
Menyorot Surga Wisata di Luar Pulau Dewata
Agenda famtrip yang disokong Kementerian Pariwisata ini memang dirancang khusus agar perhatian wisatawan mancanegara tidak hanya tertuju pada Bali semata. Salah satu titik yang tengah mencuri perhatian adalah Tanjung Kelayang di Belitung, yang pamornya kian melesat semenjak tersedianya rute penerbangan langsung dari Singapura. Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menyampaikan hal ini pada Rabu (23/9/2026). Keterangan beliau mengungkapkan, "Sebagaimana diketahui sekarang kan lagi naik daun nih. Kenapa? Karena pembukaan connectivity dari Singapura ke sana. Jadi ada peningkatan luar biasa ke Tanjung Kelayang, dan ini bagus,". Kemudahan akses penerbangan dari Singapura tersebut terbukti sukses mempermudah jangkauan para pelancong luar negeri. Tak cuma Belitung, para perwakilan agen travel yang datang dari berbagai negara—seperti Amerika Serikat, Jerman, Austria, Bahrain, Bulgaria, Ethiopia, Oman, Rusia, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab—juga diajak menelusuri keindahan Jawa Barat, kawasan Bromo Tengger Semeru, Manado, serta Likupang.
Seleksi Peserta yang Ketat dan Kedudukan Penting Jakarta
Secara keseluruhan, gelaran WITF 2026 diproyeksikan bakal menghubungkan lebih dari 100 international buyers yang berasal dari 34 negara serta 200 lebih buyer korporasi nasional dengan para pelaku industri wisata Tanah Air. Demi memastikan kualitas peserta, proses kurasi dijalankan secara ketat melalui sinergi bersama asosiasi pariwisata, maskapai penerbangan, hingga perwakilan diplomatik RI di luar negeri—sehingga mampu mendatangkan agen travel dari kawasan jauh seperti Brasil hingga Nigeria. Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani menekankan pentingnya peran Jakarta sebagai tuan rumah dalam keterangannya pada Rabu (23/9/2026). Beliau menjelaskan, "Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gateway sekaligus hub bagi pariwisata Indonesia,". Lebih lanjut, Hariyadi juga menyoroti keistimewaan momen ini yang bertepatan dengan usia Jakarta yang mendekati lima abad. Beliau menegaskan, "Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju lima abad, dengan semangat untuk terus memperkuat perannya sebagai kota global dan pusat aktivitas ekonomi serta pariwisata,".
Optimisme Industri Pariwisata Menembus Tantangan Global
Puncak acara WITF 2026 sendiri akan berlangsung pertengahan Oktober mendatang, persisnya mulai Kamis (15/10/2026) sampai Sabtu (17/10/2026), berlokasi di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran edisi ketiga yang diusung atas kerja sama GIPI, Kementerian Pariwisata, dan Pemprov DKI Jakarta ini mengangkat tajuk "Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism". Pentingnya daya tahan sektor pariwisata di tengah dinamika situasi dunia turut digarisbawahi oleh Ketua Steering Committee WITF 2026 Budi Tirtawisata. Dalam paparannya, beliau menyampaikan, "Dalam kondisi global yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif,". Mengakhiri keterangannya, Budi membagikan arah besar yang ingin dicapai melalui ajang ini, "Visi kami agar Indonesia memiliki B2B Tourism Tradeshow yang mampu menjadi titik temu antara supply pariwisata Indonesia dan global demand. WITF 2026 merupakan bagian dari perjalanan menuju visi tersebut,". Melalui forum ini, para pelaku usaha diharapkan mampu merambah peluang pasar baru sekaligus mendongkrak pergerakan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.