Nasional

Mengurai Benang Kusut Antrean SPBU Bali: Dari Keterlambatan Pasokan, Kemacetan Jalanan, Hingga Operasi Nonstop 24 Jam

S
Safeera Anisa
14 October 2026 24 pembaca
Polisi memantau antrean kendaraan di salah satu SPBU di Kabupaten Klungkung, Bali, Selasa (13/10/2026). (Polres Klungkung.)
Polisi memantau antrean kendaraan di salah satu SPBU di Kabupaten Klungkung, Bali, Selasa (13/10/2026). (Polres Klungkung.)

JAKARTA — Pemandangan antrean panjang kendaraan yang mengular di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Bali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan. Fenomena ini berakar dari gangguan alur penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya untuk jenis Pertalite. Kombinasi antara keterlambatan kedatangan kargo BBM serta padatnya arus lalu lintas darat menjadi pemicu utama yang memperlambat laju truk tangki dari depo penyimpanan menuju dispenser SPBU.

Awal Mula Kendala dan Kedatangan Kargo Pertalite

Gagapnya penyaluran BBM di Pulau Dewata berawal dari jeda pengiriman yang sempat diakui oleh PT Pertamina Patra Niaga. Meski sempat tersendat, pasokan Pertalite yang ditunggu akhirnya merapat pada 7 Oktober 2026. Pihak perseroan pun langsung melakukan rekayasa distribusi guna menstabilkan ketersediaan bahan bakar di tengah masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membeberkan situasi awal penanganan tersebut pada Kamis (8/10/2026).

"Memang sebelumnya keterlambatan pasokan Pertalite. Namun, pasokan telah tiba pada 7 Oktober dan kami terus melakukan pengaturan suplai untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah Bali".

Dua Depo Diklaim Aman, Gubernur Soroti Kemacetan dan Panic Buying

Melihat kepanikan yang terjadi di lapangan, Gubernur Bali Wayan Koster angkat bicara untuk meluruskan duduk perkara. Menurut Koster, fasilitas cadangan utama di Bali—yakni Depo Manggis dan Sanggaran—sebenarnya mengantongi volume BBM yang terbilang melimpah. Hambatan murni terletak pada proses pengiriman menuju SPBU yang tersendat akibat kemacetan lalu lintas di jalan raya.

Di sisi lain, respons emosional warga yang panik dan berbondong-bondong memadati SPBU secara serentak kian memperkeruh keadaan. Fenomena panic buying ini membuat stok BBM di dispenser SPBU cepat tandas, sementara armada truk tangki membutuhkan jeda waktu yang tidak sebentar untuk kembali ke depo, mengisi muatan, lalu merayap kembali di tengah kemacetan menuju SPBU.

"Sebenarnya tidak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup" kata Koster, dikutip dari Antara, Selasa (13/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga menepis rumor yang beredar di masyarakat mengenai tudingan adanya penyedotan pasokan BBM Bali demi menyokong ajang balap MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Oh, tidak tahu saya tapi itu tidak ada, tidak ada hubungannya sama Mandalika" tegasnya.

Koster menjamin ketahanan energi di wilayahnya dalam kondisi terkendali dan memprediksi pemulihan akan berlangsung singkat. Pada hari yang sama, Selasa (13/10/2026), personel Polres Klungkung juga dikerahkan ke lapangan guna mengawasi langsung pergerakan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kabupaten Klungkung.

"Untuk Bali saya pastikan untuk ke depan ini tidak, 1-2 hari mestinya sudah normal" ucap Koster.

Grojokan Pasokan Laut dan Distribusi Nonstop 24 Jam

Untuk menuntaskan kelangkaan di tingkat pengecer, Pertamina Patra Niaga mengambil langkah cepat dengan menggerakkan armada kapal pengangkut BBM secara bertahap menuju Bali. Pada 12 Oktober 2026, kargo laut yang membawa 18.000 kiloliter (KL) Pertalite serta 2.500 KL Pertamax resmi menyandar. Mengingat kebutuhan konsumsi harian Pertalite warga Bali berada di kisaran 2.200 KL per hari, suntikan 18.000 KL ini secara teoritis sanggup mengamankan konsumsi hingga delapan hari ke depan.

Pada Senin (12/10/2026), Ahad Rahedi memaparkan skema penebalan cadangan tersebut.

"Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah" ujar Ahad, Senin (12/10/2026).

Penanganan darurat kian intensif pada Selasa (13/10/2026) setelah kapal MT Klasogun membawa muatan Pertalite dan Biosolar yang merapat di Fuel Terminal Sanggaran. Demi memotong durasi antrean warga, Pertamina memberlakukan pola pengiriman prioritas yang disesuaikan dengan tingkat kerawanan stok SPBU, sekaligus mengoperasikan armada penyaluran nonstop selama 24 jam penuh.

"Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat" kata Ahad, Selasa (13/10/2026).

Instruksi Pemprov Bali dan Imbauan Belanja Proporsional

Langkah taktis di lapangan ini diperkuat melalui jalur koordinasi lintas sektor. Gubernur Koster telah memanggil jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), serta Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali. Pemprov Bali menginstruksikan Pertamina untuk menjamin keandalan stok dan mengurai hambatan penyaluran, khususnya Pertalite dan Pertamax.

Secara berkelanjutan, kapal-kapal pengangkut BBM dijadwalkan terus bersandar di Terminal BBM Sanggaran dan Manggis hingga 16 Oktober 2026 dengan total pasokan akumulatif menembus 26.200 KL. Pertamina pun kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar membeli bahan bakar secara bijak sesuai konsumsi rutin dan tidak terprovokasi melakukan aksi borong secara berlebihan.

Artikel Terkait