🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Menteri Perhubungan Dudy Resmi Luncurkan Skema One Way Tahap Dua Presisi di KM 263-70

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meresmikan pelaksanaan skema rekayasa lalu lintas one way tahap dua presisi untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

Agus Wigati

Penulis

27 March 2026
8 kali dibaca
Menteri Perhubungan Dudy Resmi Luncurkan Skema One Way Tahap Dua Presisi di KM 263-70

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara resmi meluncurkan skema rekayasa lalu lintas one way tahap dua presisi di kilometer 263 hingga 270. Inisiatif ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama menjelang periode liburan panjang.

Acara peresmian tersebut berlangsung pada tanggal yang telah ditentukan, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, serta masyarakat yang tertarik dengan perkembangan infrastruktur transportasi. Menurut Dudy, “Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan solusi atas permasalahan lalu lintas yang sering terjadi di jalur tersebut.” Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengelola arus kendaraan demi kepentingan publik.

Skema one way ini diterapkan di jalur arteri yang memiliki kepadatan lalu lintas tinggi, di mana kendaraan akan diarahkan untuk berjalan dalam satu arah secara bergantian. Hal ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas dan meminimalisir potensi kecelakaan. “Dengan penerapan sistem ini, kami berharap bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama masa liburan,” tambah Dudy.

Pihak kepolisian juga terlibat dalam pengawasan dan pengaturan lalu lintas selama pelaksanaan skema ini. Sejumlah petugas akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk memastikan semua kendaraan mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Seorang perwira polisi yang terlibat dalam pengaturan mengungkapkan, “Kami akan berusaha memaksimalkan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.”

Skema one way tahap dua yang diresmikan oleh Menhub ini diharapkan dapat menanggulangi permasalahan kemacetan yang sering kali terjadi pada saat libur panjang, dimana volume kendaraan meningkat drastis. Implementasi ini bukan hanya untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada pengendara yang melintas. Dudy menekankan, “Keamanan dan kenyamanan masyarakat saat berada di jalan raya adalah prioritas utama kami.”

Penerapan sistem ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Dengan adanya skema ini, pemerintah berupaya untuk memastikan bahwa perjalanan masyarakat selama masa liburan dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.

Ke depannya, pemerintah juga merencanakan evaluasi berkala terhadap efektivitas skema rekayasa lalu lintas ini, guna memperbaiki dan menyesuaikan strategi yang digunakan sesuai dengan dinamika arus lalu lintas di lapangan. Dengan demikian, langkah ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan layanan transportasi di Indonesia.

Artikel Terkait

Sumber: www.jpnn.com