Ekonomi

--- Minat Investasi di Indonesia Tetap Stabil di Tengah Bencana Alam ---

--- Minat investor untuk berinvestasi di Indonesia tetap terjaga meskipun terjadi banyak bencana alam. Pemerintah menyatakan belum ada laporan pembatalan investasi akibat kondisi tersebut. ---

I
Indriani Atmaja
16 September 2026 24 pembaca
Image title
Image title
---TITLEEXCERPT--- Minat investor untuk berinvestasi di Indonesia tetap terjaga meskipun terjadi banyak bencana alam. Pemerintah menyatakan belum ada laporan pembatalan investasi akibat kondisi tersebut. ---CONTENT---

Minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia sejauh ini tidak terpengaruh oleh banyaknya bencana alam yang melanda berbagai daerah. Pemerintah menyampaikan bahwa hingga kini belum ada laporan mengenai investor yang membatalkan rencana investasi mereka akibat bencana yang terjadi.

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan, menjelaskan bahwa situasi bencana di sejumlah wilayah belum memberikan dampak yang signifikan terhadap minat investasi di Indonesia. "Sejauh ini, kami belum menerima ada pengaruh bencana terhadap investasi di kita. Itu belum ada," ungkap Saribua dalam acara UOB Media Editors Circle 2026 pada hari Selasa, 15 September.

Investor Melihat Secara Keseluruhan

Menurut Saribua, para investor tetap memperhatikan Indonesia secara keseluruhan dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk memastikan bahwa kondisi di lapangan dapat ditangani dengan baik. "Dia pasti melihat, istilahnya positifnya itu lebih banyak. Karena itu kan cross measure," tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah masih memiliki kemampuan untuk meyakinkan investor tentang kondisi di Indonesia. Investor dinilai mampu untuk menilai dan memahami situasi aktual di lokasi yang menjadi tujuan investasi. "Sejauh ini, kami kolaborasi dengan kementerian, kolaborasi dengan daerah, bencana-bencana itu tidak terlalu terdampak terhadap minat investor untuk investasi ke Indonesia," jelasnya.

Pentingnya Mitigasi Bencana

Meski demikian, Enrico Tanuwidjaja, seorang ekonom dari UOB, menilai bahwa pemerintah perlu memperkuat kapasitas mitigasi dan penanganan bencana. Ia berpendapat bahwa memiliki dana yang cukup untuk menghadapi bencana sangat penting, tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan terhadap Indonesia dalam jangka panjang. "Alokasi dana untuk penanganan musibah perlu diperhatikan mengingat luas wilayah Indonesia dan tingginya risiko bencana di berbagai daerah," kata Enrico.

Enrico menambahkan bahwa Indonesia berada di kawasan yang dikenal sebagai ring of fire, sehingga tingkat kerawanan bencana di negara ini cukup tinggi. Oleh karena itu, pemerintah perlu memiliki dana cadangan atau standby fund yang memadai untuk merespons bencana. "Nah, jadi kita lihatnya itu bagaimana? Kita harus berikan standby fund," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penguatan dana cadangan bencana dapat berkontribusi pada upaya membangun kepercayaan. Menurutnya, isu bencana bukan hanya soal apakah investor akan tetap berinvestasi, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan negara dalam melindungi keselamatan dan keberlangsungan hidup mereka. "Kalau trust-nya hilang, menurut saya, bukan cuma investor luar yang mau masuk. Investor mungkin tidak terlalu relevan karena they are all about money. Tapi untuk orang kita sendiri, trust-nya pun akan terguncang," jelas Enrico.

Dia menegaskan bahwa keselamatan jiwa dan keberlangsungan mata pencaharian adalah dua hal yang saling terkait. Ketika risiko terhadap keselamatan jiwa meningkat, maka pertimbangan ekonomi dan investasi menjadi hal yang kedua. "Life dan livelihood itu penting sekali. Life-nya kalau sudah terancam, ya sudah, forget about sisahannya," tutup Enrico.

Artikel Terkait