Jakarta - Banyak orang yang menghindari susu saat berusaha menjaga berat badan mereka. Kekhawatiran akan kandungan lemak dan kalori dalam susu membuat sebagian orang berpikir bahwa minum susu akan membuat mereka semakin gemuk. Namun, pandangan bahwa susu secara otomatis menyebabkan kenaikan berat badan adalah salah besar. Spesialis Gizi Klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK menjelaskan bahwa peningkatan berat badan lebih berkaitan dengan total asupan kalori yang diterima dalam sehari.
"Soal minum susu bikin gemuk, itu sebenarnya mitos. Yang bikin berat badan naik itu bukan susunya, tapi total kalori harian kita yang berlebihan," ungkap dr. Yaze.
Peran Susu dalam Pola Makan Sehari-hari
Menurut dr. Yaze, susu tetap bisa menjadi bagian dari pola makan yang sehat. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah susu yang dikonsumsi serta bagaimana susu tersebut berkontribusi dalam total asupan harian. "Jadi kalau total makan seharian udah kelewat banyak, mau minum susu atau enggak ya tetap bisa nambah BB. Susunya sendiri aman kok," jelasnya.
Untuk orang dewasa, dr. Yaze merekomendasikan konsumsi susu sekitar 1 hingga 2 gelas sehari, atau setara dengan 250 hingga 500 ml, sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan protein dan kalsium. Dia juga menekankan bahwa lemak dalam susu tidak perlu langsung dianggap sebagai penyebab kenaikan berat badan, karena lemak memiliki peran penting sebagai sumber energi dan membantu penyerapan vitamin.
Pentingnya Memperhatikan Asupan Kalori
Masalah utama muncul ketika total asupan kalori dalam sehari melebihi kebutuhan tubuh. Sumber kalori ini tidak hanya berasal dari susu, tetapi juga dari makanan dan minuman lain yang dikonsumsi. Mengenai susu kental manis, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa produk ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai minuman susu tunggal. Sebaiknya, susu kental manis digunakan sebagai pelengkap atau topping pada makanan.
Penggunaan susu kental manis harus diperhatikan karena memiliki rasa manis yang dapat berkontribusi terhadap total asupan gula dan kalori harian. Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya mempertanyakan apakah susu atau susu kental manis menyebabkan kegemukan, tetapi juga memperhatikan porsi, cara konsumsi, serta keseluruhan makanan yang dikonsumsi dalam sehari.
Hal serupa juga berlaku untuk gula. Kementerian Kesehatan merekomendasikan batas konsumsi gula maksimal 50 gram per hari. Ketika seseorang sudah mengonsumsi makanan atau minuman manis, penggunaan produk yang memberikan rasa manis juga harus diperhitungkan agar total asupan tidak berlebihan. "Selama minumnya masih dalam porsi ideal dan total kalori harian belum jebol, nggak bakal bikin gemuk kok," tambah dr. Yaze.
Satu mitos lain yang sering beredar adalah bahwa minum susu di malam hari lebih mungkin menyebabkan kegemukan. Namun, dr. Yaze menegaskan bahwa waktu minum susu tidak berpengaruh terhadap berat badan. "Jam minum susu nggak ngaruh ke BB sama sekali. Mau minum pagi, siang, atau malam, kalorinya diproses sama aja oleh tubuh," ujarnya.
Dengan demikian, minum susu di malam hari tidak serta merta menyebabkan penumpukan lemak di perut. Yang harus diperhatikan adalah total energi yang masuk sepanjang hari. Susu juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama karena kandungan proteinnya, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi keinginan untuk ngemil berlebihan. "Malah, susu itu bisa bantu kita jaga berat badan. Kandungan proteinnya tinggi, jadi bikin perut berasa kenyang lebih lama," jelas dr. Yaze.
Kesimpulannya, anggapan bahwa minum susu menyebabkan kegemukan adalah mitos. Susu tidak akan otomatis menambah berat badan selama dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai. Hal yang sama berlaku untuk susu kental manis, yang penggunaannya perlu disesuaikan dengan peruntukannya sebagai pelengkap atau topping. Porsi dan kandungan gula juga harus diperhatikan agar tetap menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.