Kesehatan

Mitos dan Fakta Konsumsi Jahe Mentah untuk Mencegah Flu

Belakangan ini, banyak orang mengonsumsi jahe mentah sebagai cara untuk menghindari flu. Namun, apakah metode ini benar-benar efektif atau justru berisiko bagi kesehatan?

V
Vina Maharani
10 September 2026 29 pembaca
Foto: Ilustrasi jahe (Getty Images/Liudmila Chernetska)
Foto: Ilustrasi jahe (Getty Images/Liudmila Chernetska)

Jakarta - Akhir-akhir ini, beredar video viral yang menunjukkan seseorang mengonsumsi jahe mentah sebagai upaya untuk mencegah flu. Metode ini dianggap lebih ampuh dalam menjaga tubuh dari serangan flu, sehingga jahe langsung dikunyah tanpa proses lainnya.

Jahe dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Namun, pertanyaannya adalah, apakah mengonsumsi jahe mentah benar-benar dapat mencegah flu, atau justru ada risiko yang mengintai?

Jahe Memiliki Sifat Antioksidan dan Antiinflamasi

Jahe memiliki kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang tinggi. Sifat ini dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh. Pada saat gejala awal flu muncul, jahe dapat memberikan bantuan untuk meredakan radang tenggorokan serta memberikan sensasi hangat pada tubuh.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menekankan bahwa mengonsumsi jahe tidak dapat dianggap sebagai solusi instan untuk mengatasi virus yang masuk ke dalam tubuh. "Jahe memang bagus banget buat meredakan radang tenggorokan dan menghangatkan tubuh saat gejala awal flu. Tapi, jahe bukan obat pembunuh virus flu secara instan," ujarnya.

Risiko Mengunyah Jahe Mentah

Tren mengunyah jahe mentah perlu diwaspadai, terutama jika dilakukan dalam keadaan perut kosong. Menurut dr. Yaze, cara ini dapat memicu iritasi pada lambung, yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan hingga heartburn. Bagi mereka yang menderita GERD, konsumsi jahe mentah bisa memperburuk gejala yang ada.

"Mengunyah jahe secara langsung, apalagi dalam kondisi mentah dan juga dalam kondisi perut kosong, itu malah bisa mengiritasi lambung, bisa terjadi heartburn, dan juga GERD kamu jadi kumat," tegas dr. Yaze.

Oleh karena itu, untuk memanfaatkan nutrisi dari jahe, penting untuk memilih cara konsumsi yang lebih aman. Mengonsumsi potongan jahe mentah tidak selalu menjamin efek kesehatan yang optimal.

Rekomendasi Cara Aman Mengonsumsi Jahe

Dr. Yaze merekomendasikan cara yang lebih baik untuk mengonsumsi jahe, yaitu dengan menggeprek jahe dan menyeduhnya menggunakan air hangat. Metode ini dianggap lebih nyaman dan aman dibandingkan langsung mengunyah jahe.

"Jadi, cara terbaik cukup geprek jahe dan diseduh dengan air hangat. Bisa ditambah madu ataupun lemon," jelas dr. Yaze.

Konsumsi jahe juga sebaiknya diimbangi dengan kebiasaan yang mendukung daya tahan tubuh. Memperhatikan asupan makanan bergizi, cukup istirahat, dan berolahraga merupakan hal penting untuk membantu tubuh melawan infeksi.

Secara keseluruhan, jahe memang dapat memberikan manfaat dan membantu meredakan beberapa keluhan, tetapi tidak boleh dianggap sebagai obat instan untuk flu. Cara konsumsinya juga harus diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah pada lambung.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diet, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, akan mengadakan sesi bincang-bincang melalui live di TikTok dengan tema 'Porsi vs Kalori'. Acara ini akan memberikan banyak informasi kesehatan seputar gizi dan kesempatan untuk berkonsultasi sepuasnya selama live berlangsung. Catat jadwalnya di TikTok @detikHealth, Kamis (10/9/2026) jam 16.00 WIB.

Artikel Terkait