Ekonomi

Napas Baru Usaha Rakyat: Pemerintah Kucurkan Rp 618 Miliar Demi Kebangkitan UMKM Sumatra Usai Bencana

S
Safeera Anisa
23 October 2026 3 pembaca
Ilustrasi UMKM yang memproduksi kerajinan tangan. (SHUTTERSTOCK/BASTIAN AS)
Ilustrasi UMKM yang memproduksi kerajinan tangan. (SHUTTERSTOCK/BASTIAN AS)

JAKARTA — Harapan untuk melihat denyut ekonomi warga kembali berdetak kini mulai terhampar di tanah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Setelah guncangan bencana alam sempat melumpuhkan aktivitas warga, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hadir membawa angin segar melalui penyiapan dana pemulihan bernilai sekitar Rp 618 miliar.

Kabar penyejuk ini disampaikan langsung oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman kala memberikan keterangan resmi di Kantornya pada Kamis (22/10/2026). Langkah konkrit ini ditempuh pemerintah demi memastikan para pelaku usaha cilik tak berjalan sendirian dalam memulihkan mata pencaharian mereka.

Saat membuka penjelasannya, Maman menggarisbawahi arah utama pencairan anggaran skala besar ini:

"Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung rehabilitasi dan pemulihan ekonomi pelaku usaha mikro di wilayah terdampak bencana," kata Maman di Kantornya, Kamis (22/10/2026).

Ia pun tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya atas teralokasikannya bantuan ini di tahun berjalan bagi masyarakat di tiga provinsi terdampak.

“Alhamdulillah tahun ini sudah dianggarkan sebanyak kurang lebih Rp 618 miliar untuk saudara-saudara kita agar mereka bisa recovery dan pulih kembali ekonominya di tiga daerah ini,” lanjut Maman.

Menjangkau Ratusan Ribu Dapur Usaha Kecil

Agar bantuan yang dikucurkan benar-benar mendarat di tangan yang membutuhkan, langkah pendataan mendalam telah dituntaskan di lapangan. Hasil penyisiran tim pemerintah mencatat ada ratusan ribu unit usaha mikro yang tersebar di puluhan kabupaten dan kota yang siap ditopang kembali.

Maman merincikan sebaran wilayah serta angka pasti pelaku usaha yang masuk dalam pemetaan bantuan pemulihan tersebut:

“Yaitu sebanyak 50 kabupaten kota dengan jumlah UMKM-nya sebanyak 212.386 usaha mikro,” ujarnya.

Dorongan Bantuan Presiden (Banpres) Rp 3 Juta per Usaha

Sebagai suntikan moral sekaligus modal kerja yang lebih cepat dirasakan, program ini turut diperkuat oleh instruksi langsung dari Istana Negara. Melalui skema Bantuan Presiden (Banpres), setiap unit usaha mikro yang terverifikasi bakal mengantongi dana hibah sekitar Rp 3 juta guna membeli kembali bahan baku atau memperbaiki lapak dagang mereka.

Maman mengelaborasi arahan langsung dari Kepala Negara terkait Banpres ini:

“Di mana masing-masing mendapatkan bantuan Presiden melalui nama Banpres, ini juga karena perintah dan arahan dari Pak Presiden (Banpres) sebanyak kurang lebih Rp 3 juta per usaha mikro,” kata dia.

Harapan Roda Ekonomi Lokal Kembali Bergeliat

Pemerintah menaruh asa besar agar stimulan finansial ini menjadi penopang utama bagi para pedagang dan pengrajin lokal untuk bangkit berdiri. Saat kedai dan bengkel kerja warga kembali dibuka, rantai pasok lokal diyakini akan kembali terhubung dan menggerakkan pasar-pasar tradisional yang sempat lesu.

Menutup keterangannya dengan nada optimistis, Maman memastikan kepastian komitmen pemerintah tersebut:

"Jadi bantuan ini akan kita berikan untuk rehabilitasi dan pemulihan ekonomi di tiga daerah bencana di Sumatra ini, dan sudah kita tetapkan," tegas dia.

Artikel Terkait