🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Nasional

Operasi Penggagalan Penyelundupan Reptil Dilindungi: Kemenhut Tangkap WN Rusia

Kemenhut gagalkan penyelundupan 202 reptil dilindungi, WN Rusia jadi tersangka.

Vina Maharani

Penulis

03 April 2026
4 kali dibaca
Operasi Penggagalan Penyelundupan Reptil Dilindungi: Kemenhut Tangkap WN Rusia

Baru-baru ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) melakukan operasi penggagalan penyelundupan reptil dilindungi yang cukup besar. Dalam operasi ini, Kemenhut berhasil menyelamatkan 202 reptil dilindungi yang akan diselundupkan keluar negeri. WN Rusia menjadi tersangka utama dalam kasus penyelundupan ini.

Menurut informasi, operasi penggagalan penyelundupan reptil dilindungi ini dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat tentang adanya aktivitas penyelundupan hewan dilindungi di salah satu bandara internasional di Indonesia. Setelah melakukan penyelidikan, Kemenhut menemukan bahwa WN Rusia tersebut telah memesan tiket pesawat untuk membawa reptil-reptil dilindungi tersebut ke luar negeri.

Kemenhut kemudian bekerja sama dengan pihak keamanan bandara untuk melakukan penyergapan terhadap WN Rusia tersebut. Saat dilakukan penyergapan, ditemukan 202 reptil dilindungi yang terdiri dari berbagai jenis, termasuk ular, kadal, dan buaya. Reptil-reptil tersebut disembunyikan dalam kotak-kotak yang dirancang khusus untuk menyembunyikan hewan dilindungi.

"Kami sangat bersyukur bahwa operasi ini berhasil dan reptil-reptil dilindungi tersebut dapat diselamatkan," kata salah seorang pejabat Kemenhut. "Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan aktivitas penyelundupan ini kepada kami."

WN Rusia yang menjadi tersangka utama dalam kasus penyelundupan ini telah ditangkap dan akan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. Jika terbukti bersalah, WN Rusia tersebut dapat dihukum dengan hukuman yang cukup berat, termasuk penjara dan denda.

Operasi penggagalan penyelundupan reptil dilindungi ini menunjukkan bahwa Kemenhut serius dalam melindungi hewan dilindungi dan sumber daya alam di Indonesia. Kemenhut juga berharap bahwa operasi ini dapat menjadi contoh bagi lembaga lainnya untuk melakukan tindakan yang sama dalam melindungi hewan dilindungi dan sumber daya alam.

Selain itu, operasi ini juga menunjukkan bahwa kerja sama antara lembaga pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam melindungi hewan dilindungi dan sumber daya alam. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat mencegah penyelundupan hewan dilindungi dan melindungi kekayaan alam Indonesia.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id