Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, akan menjalani operasi di Rumah Sakit Gemelli, Roma, pada Selasa (13/10/2026) menjelang siang waktu setempat. Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat nodul yang terdeteksi di paru-parunya. Ini menjadi pengalaman pertama bagi Paus yang berusia 71 tahun tersebut dirawat di rumah sakit sejak ia terpilih memimpin 1,4 miliar umat Katolik pada Mei 2025.
Juru bicara Vatikan, Matteo Bruni, telah mengonfirmasi bahwa Paus Leo akan mendapatkan perawatan intensif pascaoperasi, yang diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu minggu. Dalam pernyataannya, Paus Leo mengungkapkan, "Atas saran dokter, saya memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan. Terdeteksi sangat awal dan terlokalisasi dengan baik," setelah mengumumkan kondisi kesehatannya secara terbuka usai doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Pentingnya Mengetahui Nodul Paru
Nodul paru merupakan benjolan kecil yang terbentuk dari jaringan abnormal di paru-paru. Kebanyakan nodul paru bersifat jinak, namun ada juga yang dapat menjadi indikasi awal kanker paru-paru. Umumnya, nodul yang berukuran kecil tidak menunjukkan gejala dan sering kali ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan kesehatan rutin. Namun, jika nodul tersebut membesar, dapat menyebabkan keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, dan batuk persisten yang kadang disertai darah.
Prosedur pengangkatan nodul biasanya dilakukan dengan pembiusan total, di mana pasien akan dibantu dengan alat pernapasan selama operasi berlangsung.
Fasilitas Khusus untuk Paus di Rumah Sakit
Rumah Sakit Gemelli di Roma dikenal sebagai tempat perawatan bagi para Paus sebelumnya, termasuk mendiang Paus Fransiskus dan Paus Yohanes Paulus II. Di lantai atas rumah sakit, terdapat suite khusus yang dilengkapi dengan pengamanan ketat dari kepolisian Italia dan Vatikan. Fasilitas ini mencakup kamar tidur, ruang rapat untuk tim medis, dapur, serta kapel kecil untuk berdoa.
Meskipun harus menjalani operasi, Paus Leo, yang lahir di Chicago dan memiliki hobi bermain tenis, dalam kondisi fisik yang umumnya bugar. Pihak Vatikan optimis proses pemulihan akan berjalan lancar, sehingga beliau dapat melanjutkan agenda perjalanan dinas selama 11 hari ke Amerika Latin, yang mencakup Uruguay, Argentina, dan Peru, yang dijadwalkan mulai 6 November mendatang.