Ekonomi

Peluang Investasi Dividen: 14 Emiten Masih Tersedia Hari Ini

Hari ini, 22 Juni 2026, terdapat 14 emiten di Bursa Efek Indonesia yang memasuki periode cum dividend, memberikan kesempatan bagi investor untuk membeli saham dan mendapatkan dividen.

E
Eko Prasetyo
22 June 2026 19 pembaca
Kalender dividen emiten di Bursa Efek Indonesia mencakup tanggal cum date dan ex date. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)
Kalender dividen emiten di Bursa Efek Indonesia mencakup tanggal cum date dan ex date. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

Pada hari ini, Senin, 22 Juni 2026, sebanyak 14 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki fase akhir perdagangan saham yang berhak atas dividen atau cum dividend. Para investor yang melakukan pembelian saham dari ke-14 perusahaan tersebut sebelum penutupan jam perdagangan reguler hari ini akan tetap memiliki hak untuk menerima distribusi keuntungan dari tahun buku sebelumnya.

Berdasarkan informasi dari kalender aksi korporasi bursa, daftar emiten yang mencatatkan tanggal cum dividend pada hari ini mencakup PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT), PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Mega Perintis Tbk (ZONE), PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT), PT Charnic Capital Tbk (NICK), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Rincian Dividen Per Saham

Berikut adalah nilai nominal dividen per saham untuk beberapa emiten utama berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaporkan kepada otoritas bursa: BSSR menetapkan dividen tunai sebesar Rp486,13 per saham, DMAS sebesar Rp16,50 per saham, PTBA sebesar Rp114,51 per saham, MKPI sebesar Rp950,00 per saham, dan CEKA sebesar Rp150,00 per saham. Emiten lainnya seperti PWON, PEHA, IPCC, EPMT, BNLI, ZONE, SMMT, NICK, dan DSSA juga mencatatkan jadwal penutupan hak dividen pada periode perdagangan yang sama sesuai dengan keterbukaan informasi masing-masing perusahaan.

Menurut data harga penutupan saham terakhir di BEI, beberapa emiten dalam daftar ini menunjukkan persentase imbal hasil atau dividend yield di atas 5 persen. BSSR memimpin dengan dividend yield tertinggi mencapai 12,79 persen, diikuti oleh DMAS dengan dividend yield sebesar 10,31 persen. CEKA juga menunjukkan tingkat pengembalian yang menarik bagi pemegang saham dengan dividend yield sebesar 8,33 persen. Tingginya angka persentase pada ketiga emiten tersebut menempatkannya dalam kategori saham dengan imbal hasil tinggi (high-yield dividend), melebihi rata-rata imbal hasil dari 14 emiten yang berada dalam fase cum dividend hari ini.

Proses Selanjutnya Setelah Cum Dividend

Setelah melewati fase cum dividend hari ini, tahapan administratif bursa akan berlanjut ke ex dividend date (ex date) yang dijadwalkan pada hari Selasa, 23 Juni 2026. Ex date adalah hari pertama perdagangan di mana saham yang diperdagangkan oleh investor tidak lagi memiliki hak untuk menerima pembayaran dividen tunai dari emiten terkait. Tahap berikutnya adalah recording date atau tanggal daftar pemegang saham yang dijadwalkan pada hari Rabu, 24 Juni 2026. Pada hari tersebut, perusahaan melalui lembaga kliring akan mencatat secara resmi nama-nama investor yang berhak menerima pembayaran berdasarkan posisi kepemilikan saham hingga batas waktu penutupan pasar tunai maupun reguler.

Rangkaian akhir dari aksi korporasi ini akan ditutup dengan tanggal pembayaran (payment date) yang direncanakan pada bulan Juli 2026. Jadwal pembayaran dividen untuk PTBA ditetapkan pada 10 Juli 2026, sementara emiten lainnya akan mendistribusikan dana tunai sesuai dengan batas waktu maksimal regulasi bursa, yaitu paling lambat 10 hari bursa setelah recording date. Seluruh proses distribusi dan pembayaran dana dividen ini akan dilakukan secara elektronik melalui sistem Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Artikel Terkait