Ekonomi

Peluncuran Bulan Dana Pensiun Indonesia oleh OJK dan TASPEN

PT TASPEN (Persero) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Bulan Dana Pensiun Indonesia melalui acara Kick Off di Jakarta, pada Minggu (6/9). Acara ini bertujuan untuk meningkatk...

E
Eko Prasetyo
07 September 2026 33 pembaca
Uji Sukma Medianti
Uji Sukma Medianti

PT TASPEN (Persero) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi meluncurkan Bulan Dana Pensiun Indonesia melalui kegiatan Kick Off yang berlangsung di Area Pedestrian FX Sudirman, Jakarta, pada hari Minggu, 6 September. Dengan tema “Muda Berkarya, Tua Bahagia”, peluncuran ini menandai awal dari penyelenggaraan Bulan Dana Pensiun Indonesia yang dihadiri oleh lebih dari 500 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan masa pensiun sejak usia produktif.

Corporate Secretary TASPEN, Henra, menyampaikan bahwa perencanaan pensiun seharusnya menjadi bagian integral dari perencanaan kehidupan yang dimulai sejak usia produktif. Ia menekankan bahwa persiapan yang dilakukan lebih awal memberikan kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat untuk merencanakan masa pensiun mereka secara matang. “Saat dalam masa produktif, kita memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang ingin kita jalani, termasuk mempersiapkan masa pensiun. Karena itu, pensiun sebaiknya tidak dipandang sebagai sesuatu yang baru dipikirkan ketika masa kerja berakhir, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup yang perlu direncanakan sejak sekarang,” ungkap Henra dalam keterangan resmi pada hari Senin, 7 September.

Kegiatan Edukatif dalam Kick Off

Melalui Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026, TASPEN berupaya mengajak masyarakat untuk mulai mempersiapkan masa depan mereka sejak usia produktif, sehingga dapat menjalani masa pensiun dengan lebih tenang dan bahagia. Acara Kick Off di Jakarta menawarkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif bagi pengunjung, termasuk senam sehat dan zumba bersama Liza Natalia, serta berbagai booth interaktif dari TASPEN Group, OJK, ADPLK/ADPI, ASABRI, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, terdapat juga talkshow bersama Prita Ghozie yang membahas topik “Pensiun Bukan Lagi Pilihan, tapi Kebutuhan untuk Nyaman di Hari Nanti”, serta kuis dan pembagian doorprize menarik. Kick Off Bulan Dana Pensiun 2026 juga dilaksanakan secara serentak di kota-kota lain seperti Bandung dan Semarang.

Menetapkan Momentum Tahunan

Setelah pelaksanaan perdana pada tahun 2026, Bulan Dana Pensiun Indonesia akan menjadi acara tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Juli. Hal ini berakar dari penyelenggaraan Konferensi Kesejahteraan Pegawai Negeri yang pertama kali diadakan pada tanggal 24-26 Juli 1960. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memulai program Jaminan Pensiun pada 1 Juli 2015.

Rangkaian kegiatan Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 akan mencakup berbagai program edukasi dan literasi, termasuk talkshow di Universitas Sumatera Utara dan kegiatan lain di berbagai daerah. Puncak dari Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 akan ditandai dengan pelaksanaan Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026, yang akan menjadi forum strategis untuk membahas pengembangan sektor dana pensiun serta memperkuat ekosistem dana pensiun nasional.

Dukungan TASPEN terhadap pelaksanaan Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat sistem perlindungan sosial yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Sebagai Center of Excellence dalam penyelenggaraan jaminan sosial bagi ASN dan Pejabat Negara, TASPEN berkomitmen untuk meningkatkan literasi, menghadirkan inovasi layanan, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan ekosistem dana pensiun yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini; serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi. Hadir pula Direktur Operasional TASPEN, Tribuna Phitera Djaja; Direktur Perencanaan dan Aktuaria TASPEN, Ibnu Hasyim; Direktur Keuangan TASPEN, Elamber Sinaga; serta perwakilan dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan di sektor dana pensiun, termasuk PT ASABRI (Persero), BPJS Ketenagakerjaan, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), dan Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK).

Artikel Terkait