Pendidikan

Pembahasan Anggaran Pendidikan Gratis Rp93,7 Triliun Melibatkan Kemenkeu dan Danantara

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa anggaran untuk program pendidikan gratis yang diperkirakan mencapai Rp93,7 triliun masih dalam tahap analisis dan akan...

A
Adhe Dharma
23 September 2026 29 pembaca
Ilustrasi anggaran/APBN - Freepik
Ilustrasi anggaran/APBN - Freepik

Dalam upaya merealisasikan program pendidikan gratis, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan diskusi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Danantara. Angka Rp93,7 triliun yang sebelumnya diumumkan sebagai kebutuhan dana pendidikan gratis masih merupakan estimasi awal, dan pemerintah saat ini sedang melakukan analisis mendalam terhadap berbagai kondisi yang ada sebelum mengambil langkah kebijakan yang akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Iya itu kan baru hitungan awal, kita tentu baru menganalisis, kita analisis semua kondisi yang ada, kemungkinan-kemungkinannya bagaimana, nantinya kami tentu akan laporkan kepada Bapak Presiden sehingga tahapannya seperti apa,” ungkap Brian saat ditemui oleh wartawan menjelang rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta.

Analisis Kebutuhan Pendanaan

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya pembahasan lebih lanjut dengan Kemenkeu dan Danantara, Brian mengonfirmasi bahwa hal tersebut memang ada peluang untuk dilakukan. Menurutnya, saat ini pemerintah masih dalam tahap analisis untuk menentukan langkah selanjutnya terkait program pendidikan gratis tersebut. Hasil analisis ini nantinya akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menentukan langkah kebijakan yang akan diambil.

Akses Pendidikan yang Diperluas

Brian juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar pendidikan tinggi dapat memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sudah berperan cukup signifikan dalam mendukung akses pendidikan tinggi, namun Presiden mengharapkan agar dukungan tersebut dapat terus ditingkatkan. “Bapak Presiden memberikan arahan bahwa pendidikan tinggi itu harus memberikan akses seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat atau anak-anak bangsa ya. Jadi tentunya bagaimana yang memang tidak mampu tetap diberikan akses dan sampai saat ini peran pemerintah sudah cukup besar tapi Bapak Presiden meminta itu terus ditingkatkan begitu,” jelasnya.

Brian juga menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk mengadakan rapat terbatas khusus mengenai kebijakan ini, yang kemungkinan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Nanti mungkin setelah Bapak Presiden sudah memberikan arahan mungkin kalau tidak minggu ini minggu depan kami adakan rapat terbatas khusus membahas hal ini,” katanya.

Di sisi lain, Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan bahwa rencana perluasan pendidikan gratis hingga ke jenjang perguruan tinggi perlu dikaji lebih mendalam. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Puan menyatakan bahwa kondisi ekonomi dan situasi global juga harus menjadi pertimbangan dalam pembahasan program tersebut. “SD dan SMP kan, SPP sudah gratis. Jadi, ya ke depannya kita lihat dulu dengan situasi global seperti ini dan bagaimana kekuatan APBN, ya kita akan lihat seperti apa. Tentu saja sebesar-besarnya adalah bagaimana itu bermanfaat buat bangsa dan negara,” ujarnya kepada awak media di Kompleks Parlemen.

Puan menegaskan bahwa rencana pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap kajian. Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan manfaat dari program tersebut serta kemampuan APBN untuk membiayainya. “Kita kaji dulu bagaimana manfaatnya dan bagaimana kekuatan daripada APBN,” tutup Puan.

Artikel Terkait