Pemerintah mengungkapkan bahwa sekitar 40% peserta dalam program magang dapat langsung beralih ke dunia kerja setelah menyelesaikan program yang berlangsung selama enam bulan. Data ini diperoleh dari survei yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
"Magang ini 250 ribu, vokasi 250 ribu. Jadi masing-masing enam bulan, diberikan upah oleh pemerintah. Dari survei, sekitar 40% bisa langsung masuk ke dunia kerja setelah enam bulan," ujar Airlangga dalam acara Antara Business Forum 2026 yang diadakan di Hotel Fairmont Jakarta pada Rabu (23/9).
Program Magang dan Vokasi
Airlangga menjelaskan bahwa kuota untuk program magang dan vokasi masing-masing mencapai 250 ribu peserta. Program ini dirancang untuk berlangsung selama enam bulan, di mana peserta akan menerima upah yang dibayarkan oleh pemerintah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan menjembatani kebutuhan industri dengan calon pekerja.
Pemerintah juga berkomitmen untuk mendorong investasi agar pertumbuhan ekonomi disertai dengan penciptaan lapangan kerja. Menurut Airlangga, investasi harus tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi, karena hal ini dapat menciptakan lebih banyak pekerjaan, meningkatkan ekspor, dan menghemat devisa. Target pertumbuhan ekonomi pemerintah untuk tahun ini adalah sebesar 6%, dengan harapan meningkat hingga 8% pada tahun 2029.
Pelaksanaan Program MagangHub
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah memulai program MagangHub batch II angkatan II 2026 pada Rabu (23/9). Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa terdapat 350 ribu lulusan perguruan tinggi yang mendaftar dan memenuhi syarat untuk program ini. "Sesudah serangkaian proses seleksi, akhirnya kami tetapkan sebagai peserta magang batch II angkatan kedua ini sebanyak 41 ribu orang," kata Yassierli saat acara Kick Off MagangHub di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan.
Dia menambahkan bahwa sepanjang tahun ini, pemerintah berencana membuka tiga kloter magang. Kloter pertama telah menerima 46 ribu peserta, kloter kedua saat ini berjumlah 41 ribu peserta, dan kloter ketiga diperkirakan akan melibatkan sekitar 70 ribu peserta. "InsyaAllah di batch ketiga dibulatkan (agar total peserta MagangHub mencapai) 150 ribu orang," ujarnya. Pembukaan kloter ketiga dijadwalkan pada bulan November mendatang, dan jeda waktu antara kloter kedua dan ketiga akan digunakan untuk evaluasi.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker RI, Darmawansyah, menjelaskan bahwa MagangHub pada kloter ketiga nanti akan dibuka khusus untuk formasi industri atau perusahaan, tanpa menyediakan posisi untuk kementerian atau lembaga. "Semuanya full perusahaan untuk batch III," ujarnya. Meskipun kloter ketiga masih dua bulan lagi, pemerintah telah membuka pendaftaran bagi perusahaan penyedia formasi magang bulan ini. "Kemudian Oktober nanti daftar untuk peserta, seleksi. Kick-off lagi untuk bulan November," ucapnya.
Kemnaker menekankan bahwa MagangHub merupakan program lintas kementerian yang merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap program ini dapat memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi, mendapatkan pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jaringan.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja, mulai dari program magang bagi lulusan baru, program vokasi, hingga pelatihan bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Airlangga sebelumnya menyatakan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) sangat penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berkembang. "Bapak Presiden mendorong penguatan SDM," tuturnya dalam keterangannya di Jakarta.
Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah program pemagangan bagi 120 ribu hingga 150 ribu lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja di industri selama enam bulan. Program ini didukung dengan pembayaran upah dari pemerintah dengan anggaran yang disiapkan mencapai Rp 4,14 triliun. Selain itu, pemerintah juga merencanakan program vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK agar dapat berintegrasi ke dalam industri, dengan anggaran sebesar Rp 2,12 triliun untuk program tersebut.