Pendidikan

Pemerintah Siapkan Rekrutmen Guru PNS pada Tahun 2027

Pemerintah berencana untuk membuka rekrutmen guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2027 guna mengatasi kekurangan tenaga pengajar di seluruh Indonesia.

A
Adhe Dharma
03 July 2026 20 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Pemerintah Siapkan Rekrutmen Guru PNS pada Tahun 2027
Sumber gambar: kompas.com

Pemerintah Indonesia akan memulai rekrutmen guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2027. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, yang menekankan pentingnya langkah ini untuk mengatasi kekurangan guru di tanah air.

Mu'ti menyatakan bahwa saat ini terdapat kekurangan guru sebanyak 561.000 orang di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2027 dan tahun-tahun selanjutnya, pemerintah akan melakukan penerimaan serta pengangkatan guru berstatus PNS untuk ditempatkan di daerah-daerah yang membutuhkan.

Penempatan Guru PNS di Berbagai Daerah

Menurut Mu'ti, para guru yang diterima dalam rekrutmen ini harus bersiap untuk ditempatkan di berbagai lokasi, termasuk di daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia. "Para guru PNS ini harus siap ditugaskan di mana saja, termasuk daerah-daerah terpencil di seluruh wilayah Republik Indonesia," ujarnya.

Mu'ti juga menegaskan komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat tantangan dalam memberikan kesempatan belajar yang merata. "Saat ini kita masih menghadapi berbagai kesenjangan pendidikan di Indonesia. Kesenjangan tersebut tidak hanya menyangkut akses, tetapi juga mutu pendidikan dan masih banyak anak yang belum memperoleh kesempatan belajar, karena keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, disabilitas, kemampuan intelektual, maupun faktor sosial dan budaya," jelas Mu'ti.

Redistribusi Tenaga Pengajar

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga berencana untuk meredistribusi tenaga pengajar yang ada. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menyatakan bahwa masalah kekurangan guru perlu segera diatasi. Saat ini, terdapat sekolah-sekolah yang memiliki jumlah guru berlebih, sementara yang lain mengalami kekurangan.

“Yang pertama dilakukan, ini arahan Ibu Menpan-RB pada saat ratas dulu, jadi redistribusi dulu. Jadi kalau kami sekarang secara kebutuhan guru didata kami kan butuh 498 ribu. Namun begitu, ini harus diredistribusi dulu, itu arahan dari Ibu Menpan-RB,” ungkap Nunuk beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan bahwa pemetaan terkait redistribusi guru sedang dilakukan untuk mengatur sebaran guru secara merata sebelum rekrutmen untuk menyerap guru non-ASN yang terdata di Dapodik per 31 Desember 2024. Setelah pemetaan selesai, pihaknya akan menentukan jumlah formasi guru yang dibutuhkan. “Karena kami sedang menyelesaikan perumusan pemenuhan kebutuhan guru untuk tahun ini. Ibu Rini Menpan-RB menyampaikan akan ada rekrut atau formasi, cuma jumlahnya kan belum ditetapkan. Kami masih menghitung redistribusi dulu, lalu menghitung kebutuhannya,” jelas Nunuk.

Artikel Terkait