Kesehatan

Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik Terkait Program Makan Bergizi Gratis

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) mengakui bahwa kemarahan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah hal yang wajar, terutama setelah adanya kasus keracunan. Pemerintah menyat...

E
Eira Orelia
23 October 2026 9 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva)

Jakarta - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menyatakan bahwa adalah hal yang wajar jika masyarakat merasa marah atau kecewa terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat adanya kasus keracunan. Pemerintah menegaskan bahwa mereka terbuka terhadap kritik yang disampaikan oleh masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Bakom RI, Hariqo Wibawa Satria, dalam acara dialog nasional yang membahas refleksi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober. "Kalau masyarakat marah-marah terhadap program MBG, itu wajar. Siapapun pasti akan marah kalau ada anaknya yang keracunan. Dan, bapak ibu juga jangan ragu-ragu dikritik saja habis-habisan program MBG itu," ungkap Hariqo.

Evaluasi Terus Menerus Diperlukan

Hariqo juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memastikan adanya perbaikan yang diperlukan. Ia menambahkan bahwa banyak perbaikan telah dilakukan terkait program MBG, termasuk penerapan model prasmanan di 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 10 provinsi.

"Hari ini terbukti, sudah banyak perbaikan. Ketika dilakukan (MBG) prasmanan, responnya sangat baik dari masyarakat," tuturnya. Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah melakukan transformasi dalam pelaksanaan Program MBG melalui penguatan tata kelola, standar keamanan pangan, serta berbagai inovasi sebagai bagian dari revolusi MBG 2.0.

Inovasi dalam Penyajian Makanan

Salah satu inovasi dalam Program MBG 2.0 adalah perubahan dalam pola penyajian makanan. BGN telah melaksanakan percontohan MBG prasmanan di 66 SPPG yang tersebar di 10 provinsi sebagai upaya untuk meningkatkan penyelenggaraan program tersebut.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat lebih efektif dan memenuhi harapan masyarakat, serta mengurangi kasus keracunan yang terjadi sebelumnya.

Artikel Terkait