Sebanyak 11 siswa yang menerima makanan bergizi gratis (MBG) mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gowa Pattallassang pada 24 September 2026. Akibat insiden ini, SPPG tersebut dikenakan suspend selama 20 hari. Namun, setelah dilakukan pengujian laboratorium terhadap seluruh sampel makanan, hasilnya menunjukkan bahwa makanan tersebut layak konsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya atau beracun.
Temuan Bakteri di Area Cuci Tangan
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bakteri ditemukan di area tempat cuci tangan di sekolah sebelum siswa mengonsumsi makanan. Evaluasi ini menjadi dasar bagi pencabutan suspend terhadap SPPG Gowa Pattallassang. Kepala BGN, Sudaryono, menyatakan bahwa SPPG tersebut dapat kembali beroperasi pada hari Senin berikutnya, 28 September 2026.
Keamanan Pangan Terus Dipantau
Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN juga menyampaikan bahwa evaluasi terhadap SPPG lain yang sebelumnya pernah dikenai suspend masih terus dilakukan. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG serta memenuhi hak penerima manfaat. Dengan pencabutan suspend, operasional SPPG kembali berjalan, sementara aspek keamanan pangan tetap menjadi fokus evaluasi dalam pelaksanaan program MBG.
Insiden ini juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan makanan di sekolah-sekolah, terutama dalam program pemberian makanan bergizi kepada siswa.