Di Jakarta, penggunaan obat antivirus Oseltamivir untuk pasien yang terinfeksi influenza harus dilakukan dengan hati-hati. Pemberian obat ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan berdasarkan rekomendasi dokter.
Manfaat dan Risiko Oseltamivir
Menurut Dr. dr. Dewi Selvina Rosdiana, MKes, ahli farmakologi, sebuah studi meta-analisis menunjukkan bahwa Oseltamivir dapat memberikan manfaat tertentu bagi anak-anak di bawah 18 tahun yang mengalami influenza tanpa komplikasi dan dirawat secara rawat jalan. Penelitian tersebut menemukan bahwa perbedaan yang signifikan secara statistik terjadi ketika Oseltamivir diberikan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejala influenza muncul, terutama pada anak-anak di bawah usia 6 tahun serta mereka yang tidak memiliki riwayat asma dan terkonfirmasi terinfeksi virus influenza melalui pemeriksaan laboratorium.
"Oseltamivir ini betul dapat memperpendek durasi penyakit secara statistik, namun kalau kita lihat pemberian Oseltamivir ini pada kelompok anak tadi dengan virus influenza tanpa komplikasi di rawat jalan itu hanya mengurangi durasi sakit, kelamaan sakit rata-rata sekitar 18 jam, kurang dari satu hari," ungkapnya dalam sebuah konferensi pers.
Dr. Dewi menjelaskan bahwa jika anak yang mendapatkan Oseltamivir sembuh pada pagi hari, anak yang menerima placebo baru sembuh pada malam harinya. Dengan demikian, perbedaan durasi sakit antara kedua kelompok tersebut hanya kurang dari satu hari.
"Artinya berdasarkan bukti yang ada saat ini studi meta-analisis ini dilakukan pada 2.500 sekian pasien anak yang sakit dengan influenza tanpa komplikasi yang dengan rawat jalan, ini belum terdapat bukti yang cukup kuat bahwa Oseltamivir memberikan manfaat klinis yang bermakna dalam memperpendek lama sakit," tambahnya.
Pertimbangan Penggunaan Antivirus
Oleh karena itu, pemberian Oseltamivir pada anak harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan tentunya dengan pertimbangan dokter. Meskipun dikatakan relatif aman, penelitian juga menunjukkan bahwa anak yang mengonsumsi Oseltamivir memiliki risiko efek samping yang lebih tinggi.
"Anak yang mendapatkan Oseltamivir memiliki risiko mengalami efek samping muntah 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan anak yang mendapatkan placebo atau tidak mendapatkan obat Oseltamivir," jelasnya.
Penggunaan obat antivirus untuk influenza sebaiknya diprioritaskan bagi pasien dengan kondisi tertentu. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di AS merekomendasikan penggunaan antivirus untuk terapi influenza terutama pada pasien yang memerlukan rawat inap, mereka yang mengalami kondisi berat atau komplikasi, serta pasien yang berisiko tinggi mengalami komplikasi.
"Penggunaan Oseltamivir disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan harus berdasarkan pertimbangan dokter," tutup Dr. Dewi.