Kesehatan

Pentingnya Kesadaran dalam Menggunakan Teh Pelangsing dan Obat Pencahar

Fenomena penyalahgunaan obat pencahar yang viral di media sosial menunjukkan bahaya dari penggunaan teh pelangsing secara sembarangan. Para ahli kesehatan memberikan panduan untuk menghindari kecandua...

J
Jarot Kusna
04 October 2026 27 pembaca
Kecanduan teh pelangsing bisa berdampak negatif. Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska
Kecanduan teh pelangsing bisa berdampak negatif. Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska

Jakarta - Baru-baru ini, sebuah unggahan kolonoskopi dari seorang dokter asal India, Dr AK, menjadi viral di media sosial X. Dalam unggahan tersebut, terlihat dinding usus besar pasien yang memiliki corak kehitaman mirip kulit harimau. Kejadian ini disebabkan oleh penyalahgunaan obat pencahar (laxative abuse), yang menjadi perdebatan hangat, terutama di kalangan pengguna teh pelangsing, teh detoks, dan suplemen pencahar. Banyak orang mengonsumsi produk-produk ini dengan harapan dapat membakar lemak dan menurunkan berat badan secara cepat, meskipun kebiasaan ini dapat berisiko menyebabkan ketergantungan dan merusak fungsi alami usus.

Panduan Penggunaan Suplemen dan Teh Pelancar BAB

Bagaimana sebaiknya kita menyikapi penggunaan suplemen atau teh pelancar BAB agar tidak terjebak dalam kecanduan? Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, FINASIM, memberikan beberapa saran penting. Pertama, ia menekankan pentingnya memahami indikasi obat dan tidak sembarangan dalam membeli produk-produk tersebut. "Jadi, saran saya kalau seandainya ingin menggunakan obat-obat pencahar, apalagi untuk menurunkan berat badan, itu sebaiknya konsultasikan ke dokter dulu ya, ke tenaga medis yang dekat untuk kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas dr Aru.

Dia juga mengingatkan agar tidak mudah tergoda untuk membeli produk pelancar BAB atau pelangsing dari tempat yang tidak jelas legalitasnya. "Jangan sembarangan beli ke apotek atau beli ke toko obat-obatan, entah obat apapun juga, termasuk obat pencahar seperti ini. Itu sih pesan saya," tegasnya.

Obat Pencahar Bukan Solusi Utama untuk Menurunkan Berat Badan

Dr Aru menjelaskan bahwa tujuan utama penggunaan obat pencahar adalah untuk mengatasi masalah pencernaan tertentu, bukan untuk membakar lemak tubuh. Menggunakan pencahar secara terus-menerus demi mencapai bentuk tubuh ideal justru dapat membahayakan kesehatan usus. "Kalau dia pengen menurunkan berat badan, mungkin ya tidak dengan pencahar, mungkin ada obat-obatan yang lain yang bisa membantu turunkan berat badan atau memperbaiki gaya hidup," tuturnya.

Perbaikan Gaya Hidup Secara Alami

Lebih lanjut, dr Aru merekomendasikan langkah-langkah alami yang lebih aman dan berkelanjutan untuk melancarkan pencernaan, dibandingkan bergantung pada teh pelangsing atau pencahar yang dapat menyebabkan laxative abuse. "Mungkin dimulai dengan memperbaiki gaya hidup, seperti memperbaiki pola makan, jadi tinggi serat, banyak minum air putih, olahraga, berjalan, habis makan nggak boleh berbaring, itu akan membantu gerakan usus, itu harus dikerjakan," sarannya. Dengan menerapkan pola hidup sehat, usus akan terstimulasi untuk berkontraksi secara alami tanpa memerlukan dorongan dari zat kimia atau bahan herbal pencahar yang berisiko merusak dinding organ pencernaan.

Berdasarkan penjelasan ini, penting untuk menyadari bahwa penggunaan obat pencahar dan teh pelangsing harus dilakukan dengan bijak agar kesehatan pencernaan tetap terjaga.

Artikel Terkait