Kesehatan

Pentingnya Permainan dalam Mengembangkan Kecerdasan Anak Menurut Psikolog

Bermain memiliki peran yang krusial dalam perkembangan anak, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang efektif. Psikolog Cania Mutia menjelaskan manfaat bermain b...

E
Eira Orelia
10 October 2026 23 pembaca
Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Yogyakarta - Aktivitas bermain bagi anak tidak hanya sekedar mengisi waktu luang. Dalam sebuah talkshow bertema 'Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab' yang diadakan di Pakuwon Mall Yogyakarta, psikolog klinis Cania Mutia menjelaskan bahwa melalui permainan, anak dapat belajar berkomunikasi, bersosialisasi, serta mengembangkan kemampuan berpikir dan strategi. "Karena ternyata bermain itu satu hal yang sangat penting. Bermain adalah salah satu konteks penting bagi perkembangan. Karena ternyata dari bermain yang terarah anak juga bisa jadi cerdas," ungkap Cania pada Jumat (9/10/2026).

Belajar Strategi Melalui Permainan

Cania memberikan contoh permainan sederhana seperti petak umpet. Meskipun terlihat hanya sebagai aktivitas bermain, anak sebenarnya belajar menyusun strategi saat menentukan tempat persembunyian agar tidak ditemukan. "Kita sih bilangnya cuma petak umpet ya gitu. Tapi padahal di situ mereka belajar strategi. Biasanya sembunyinya di mana. Nah, ternyata bermain tuh anak belajar banyak banget gitu," jelasnya.

Peran Orang Tua dalam Mendukung Permainan

Interaksi dengan teman sebaya juga memberikan anak kesempatan untuk belajar berkomunikasi dan bersosialisasi, serta mengenal kosakata baru. "Di situ mereka belajar komunikasi, belajar bersosialisasi, bahkan juga mungkin belajar bahasa dari kata-kata yang didapatnya dari anak tetangga," tambah Cania. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung agar anak dapat menjelajahi berbagai hal melalui permainan. Namun, orang tua juga harus memberi ruang bagi anak untuk belajar secara mandiri tanpa terlalu banyak campur tangan.

"Sebagai orang tua kita punya tanggung jawab untuk memilihkan lingkungannya apa nih yang membantu anak gitu. Tapi bisa didapatkan dengan bermain yang terarah. Asalkan orang tuanya jangan terlalu mengintervensi. Kita juga harus memberikan kebebasan anak untuk belajar," terangnya. Cania menilai bahwa pembelajaran tidak selalu harus dilakukan dengan duduk di kursi. Anak juga dapat mengembangkan kemampuan melalui permainan yang terarah, selama tetap diberikan kebebasan untuk mencoba dan menemukan cara mereka sendiri.

"Jadi memang pembelajaran itu bisa didapatkan tidak hanya dengan duduk diam di kursi. Tapi bisa didapatkan dengan bermain yang terarah. Asalkan orang tuanya jangan terlalu mengintervensi," jelasnya. Ia menambahkan bahwa orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi lingkungan dan menemukan pengalaman baru. Dengan cara ini, proses bermain tidak hanya menjadi kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga bagian penting dalam mendukung perkembangan kecerdasan anak.

"Jadi kita juga harus memberikan kebebasan anak untuk belajar. Sebagai orang tua kita punya tanggung jawab untuk memilihkan lingkungannya apa nih yang membantu anak," pungkasnya.

Artikel Terkait